Berbisnis secara daring terkadang tidak bertahan lebih lama dari empat bulan. Hal ini disebabkan karena bisnis daring memiliki kendala khusus dibandingkan berbisnis secara luring atau fisik. Melansir entrepreneur.com, 90% bisnis daring gagal setelah empat bulan.

Bisnis daring perlu pendekatan yang berbeda dibandingkan dengan pendekatan fisik. Pelaku bisnis perlu memfokuskan pada pengembangan situs yang tepat dalam hal keamanan, skalabilitas, dan stabilitas.

Lalu pelaku bisnis juga harus memikirkan keterlibatan dalam media sosial, customer support, konten berkualitas tinggi dan lainnya. Kegagalan yang dialami bisnis daring kemungkinan terjadi karena kesalahan dalam hal-hal tersebut.

Oleh karena itu, pelaku bisnis daring perlu mencegah kegagalan yang mungkin terjadi.

Berikut beberapa alasan bisnis daring tidak bertahan lama dan cara mencegahnya.

1. Banyak pesaing

Pesaing yang muncul terus-menerus di bidang yang sama adalah hal yang biasa bagi bisnis daring. Semakin banyak persaingan, semakin sulit perusahaan untuk mempertahankan pelanggan mereka dan memenangkan perlombaan dalam menawarkan layanan dan produk terbaik. Persaingan tidak dapat dihindari dalam berbisnis. Oleh karena itu, perusahaan perlu memiliki strategi persaingan.


Tidak hanya dengan mengetahui preferensi pelanggan, tetapi juga memprediksi yang pelanggan butuhkan di masa depan. Tampilkan sebanyak mungkin produk tambahan dan tampilkan juga diskon dan promosi yang dipersonalisasi. Hal ini dapat berpotensi mengurangi calon pelanggan mencari alternatif di tempat lain dan membantu pelanggan merasa dihargai dan diperhatikan


2. Kurangnya riset target audiens

Kendala terbesar yang dihadapi bisnis daring salah satunya adalah kurangnya relevansi antara target pelanggan dan stok barang. Menyelidiki klien bisnis Anda untuk memenuhi kebutuhan dan menyelesaikan masalah mereka adalah bagian dari strategi pemasaran.

Pelaku bisnis perlu memilih persona pembeli yang ideal. Cara mengetahuinya bisa dengan cara terlibat percakapan dengan calon pelanggan dan teliti statistik untuk mencoba mengenal mereka lebih baik. Apa yang mereka butuhkan? Di mana mereka tinggal? Berapa pendapatan rata-rata mereka? Apakah mereka bersedia membeli produk Anda? Semua pertanyaan itu memerlukan riset. Riset tersebut membuat Anda mengetahui potensial dalam berbisnis.

3. Kurangnya customer support berkualitas tinggi

Bisnis daring sering menjangkau atau terlibat dengan pelanggan melalui obrolan, email, dan telepon. Oleh karena itu, bisnis daring perlu memastikan customer support, baik bot atau orang asli, yang tepat setiap saat.

Customer support yang berkualitas rendah dapat menyebabkan penurunan keuntungan. Pelaku bisnis dapat mempekerjakan spesialis customer support yang dapat menawarkan pemecah masalah dengan cepat. Memiliki customer support berkualitas tinggi dapat meningkatkan kepercayaan dan otoritas bisnis.

4. Pengembangan web yang buruk

Penting bagi bisnis daring untuk platform yang digunakan berfungsi dengan baik. Kendala apa pun, seperti tautan tidak berfungsi, web tidak bisa dibuka, atau waktu habis dalam membuka web, dapat membuat bisnis daring kehilangan pelanggan.

Pelaku bisnis perlu berinvestasi dalam membangun platform yang sukses dan berfungsi penuh. Berikan perhatian ekstra agar web bisnis Anda ramah untuk gadget apa pun, terutama ponsel pintar, karena banyak orang lebih memilih menggunakan ponselnya dalam berbelanja daring.

Keamanan suatu platform yang digunakan juga harus. Platform bisnis daring juga harus mengandalkan integrasi pembayaran yang dapat dipercaya dan aman.