Blog > Strategi Penjualan > Tips Jualan di Shopee, TikTok Shop dan Tokopedia Sekaligus

Tips Jualan di Shopee, TikTok Shop dan Tokopedia Sekaligus

Via 23 Mar 2026 08:44Copy link & title

Banyak seller Indonesia sudah buka toko di tiga platform ini — Shopee, TikTok Shop, Tokopedia tapi hasilnya masih flat. Produknya sama, harganya sama, fotonya sama. Dan anehnya, yang satu laris, dua lainnya sepi.

Penyebabnya hampir selalu sama: strategi yang dipakai pun sama. Padahal ketiga marketplace ini punya karakter pembeli, algoritma, dan mekanisme promo yang berbeda cukup signifikan. Yang jalan di Shopee belum tentu efektif di TikTok Shop. Yang laris di Tokopedia bisa tenggelam di Shopee kalau tidak dioptimasi dengan cara yang tepat.

Kenali Karakter Masing-Masing Platform Dulu

tips jualan Shopee TikTok Shop Tokopedia
Source: Freepik

Sebelum bicara strategi, pahami dulu siapa yang kamu hadapi di tiap marketplace:

Shopee

TikTok Shop

Tokopedia

Motivasi beli

Promo & harga murah

Konten & hiburan

Riset & kepercayaan

Faktor kunci

Rating, ulasan, gratis ongkir

Video menarik, live aktif

Deskripsi detail, reputasi toko

Peak traffic

Harbolnas, flash sale

Live malam, FYP organik

Stabil, spikes saat promo besar

 

Tips Jualan di Shopee: Main di Data, Bukan Feeling

Shopee adalah marketplace yang paling kompetitif soal harga di Indonesia. Tapi menang di Shopee bukan cuma soal pasang harga paling murah ada faktor lain yang lebih tahan lama:

  • Judul produk harus mengandung keyword yang relevan dan spesifik. Jangan cuma tulis "Tas Wanita" tulis "Tas Tote Kanvas Wanita Anti Air Ukuran Besar Cocok untuk Kuliah dan Kerja". Algoritma Shopee sangat bergantung pada relevansi keyword di judul.

  • Foto utama harus bersih, terang, dan langsung tunjukkan produk. Shopee adalah platform visual pembeli scroll cepat dan keputusan klik terjadi dalam hitungan detik.

  • Aktifkan gratis ongkir dengan subsidi Shopee ini bukan sekadar keunggulan, ini nyaris keharusan. Produk tanpa opsi gratis ongkir kalah bersaing di filter pencarian.

  • Ikut Flash Sale di jam ramai. Cek data Shopee Seller Centre untuk tahu slot waktu mana yang paling banyak traffic di kategori produkmu.

BACA JUGA: Cara Buka Toko di Shopee untuk Pemula

Tips Jualan di TikTok Shop: Konten yang Jual, Bukan yang Sekadar Cantik

TikTok Shop berbeda dari marketplace lain karena pembeli di sini tidak aktif mencari — mereka ditemukan. Video yang bagus bisa menjangkau ribuan orang yang bahkan belum tahu mereka butuh produkmu.

  • Tiga detik pertama video adalah segalanya. Kalau opening-nya membosankan, orang langsung scroll. Mulai dengan hook yang kuat — masalah, pertanyaan, atau visual yang langsung menarik perhatian.

  • Demo produk jauh lebih efektif dari sekadar foto bergerak. Tunjukkan cara pakai, hasil nyata, atau perbandingan sebelum-sesudah. Konten yang informatif dan menghibur sekaligus punya peluang FYP jauh lebih tinggi.

  • Live shopping konsisten lebih efektif dari live marathon sekali-sekali. Jadwal live yang rutin membangun audiens dan meningkatkan kepercayaan pembeli baru.

  • Jangan abaikan kolom komentar. Respons cepat di komentar video bukan cuma soal CS, ini sinyal engagement yang dibaca algoritma TikTok untuk menentukan seberapa luas distribusi videomu.

BACA JUGA: Tips Belanja Online Hemat di 2026: Panduan Lengkap untuk Seller Cerdas

Tips Jualan di Tokopedia: Bangun Kepercayaan, Bukan Sekadar Ketenaran

Pembeli Tokopedia cenderung lebih teliti dan mau baca deskripsi panjang sebelum beli. Mereka datang dengan niat beli yang lebih jelas dibanding platform lain — ini justru peluang yang bisa dimanfaatkan.

  • Deskripsi produk harus informatif dan menjawab pertanyaan yang mungkin muncul sebelum pembeli sempat tanya ke CS — ukuran, bahan, cara perawatan, garansi, estimasi tiba. Semakin lengkap, semakin tinggi konversi.

  • Ulasan adalah aset utama di Tokopedia. Satu toko dengan 500 ulasan bintang lima lebih mudah dipercaya dari toko baru dengan harga lebih murah. Minta pembeli meninggalkan ulasan setelah produk diterima — dengan cara yang sopan dan tidak memaksa.

  • Manfaatkan fitur TopAds untuk produk yang sudah punya ulasan bagus. Mengiklankan produk tanpa ulasan itu seperti bakar uang — konversinya akan jauh lebih rendah.

  • Respons chat cepat adalah faktor penentu yang lebih besar dari yang dikira kebanyakan seller. Badge "Terpercaya" dan status toko berbintang sangat dipengaruhi waktu respons.

Tiga Platform, Tiga Pendekatan, Bukan Tiga Kali Copy-Paste

Kesalahan terbesar seller multi-platform adalah memperlakukan semua marketplace dengan cara yang sama. Listing yang persis sama, promo yang persis sama, foto yang persis sama — lalu heran kenapa hasilnya berbeda-beda.

Luangkan waktu untuk optimasi berbeda di tiap platform. Di Shopee: data dan keyword. Di TikTok Shop: konten dan konsistensi live. Di Tokopedia: kepercayaan dan deskripsi lengkap. Tiga pendekatan berbeda, tapi semuanya bisa berjalan paralel tanpa harus ganti strategi dari awal.

Integrasi Toko

[Contoh Integrasi Toko BigSeller]

Jika ingin lebih gampang langsung di satu dashboard, Anda juga bisa pakai BigSeller mulai dari salin toko, integrasi toko, scrape produk dari berbagai marketplace dan dapat menguntungkan para seller setiap harinya! Jadi, tunggu apalagi? Pakai BigSeller dan registrasi sekarang untuk raih kesempatan untuk mendapatkan VIP selama 7 hari!

FAQ

1. Apakah bisa jualan di Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia sekaligus tanpa kewalahan?

Bisa, tapi butuh sistem yang jelas. Pakai software omnichannel seperti BigSeller atau Jubelio untuk sinkronisasi stok dan proses pesanan dari satu dashboard. Tanpa itu, mengelola tiga marketplace secara manual sangat rawan human error — terutama soal stok overselling.

2. Platform mana yang paling mudah untuk seller baru?

Shopee umumnya jadi titik masuk paling umum karena ekosistema promo-nya sudah matang dan traffic organiknya besar. Tapi kalau kamu nyaman di depan kamera dan bisa konsisten bikin konten, TikTok Shop bisa memberikan traction lebih cepat karena algoritma FYP-nya memungkinkan toko baru menjangkau audiens luas tanpa modal iklan besar.

3. Haruskah harga di tiap marketplace sama?

Tidak harus identik, tapi tidak boleh terlampau jauh berbeda untuk produk yang sama. Perbedaan harga yang mencolok bisa memicu komplain dari pembeli yang menemukan harga lebih murah di platform lain. Perbedaan wajar biasanya 5–10% untuk mengakomodasi perbedaan biaya layanan antar marketplace.


ad-img

Via
Search Engine Optimization (SEO) Writer dengan pengalaman penulisan lebih dari 3 tahun. Via terbiasa mengubah ide menjadi konten untuk membantu UMKM hingga brand meningkatkan visibilitas digital melalui konten yang relevan, mudah dibaca, dan tepat sasaran agar performa penjualan online makin optimal.