Wajib Tau! Ini Cara Menghitung Keuntungan Jualan dengan Akurat
Via 21 Jan 2026 01:17Copy link & title
Dalam menjalankan bisnis, omzet besar belum tentu berarti untung. Banyak pemilik bisnis yang merasa produknya banyak terjual, tetapi di akhir bulan justru kesulitan melihat hasilnya. Inilah pentingnya memahami cara menghitung keuntungan jualan secara akurat. Dengan perhitungan yang tepat, bisnis bisa mengambil keputusan yang lebih sehat, mulai dari penentuan harga hingga strategi promosi.

Kenapa Keuntungan Penting untuk Bisnis?
Keuntungan menunjukkan kondisi nyata keuangan dari bisnis yang berjalan. Di sini, pemilik bisnis dapat menilai apakah strategi yang dijalankan sudah efektif, mengetahui produk mana yang paling menguntungkan, serta menghindari kerugian akibat salah perhitungan biaya. Tanpa memahami keuntungan, bisnis akan sulit untuk berkembang.
BACA JUGA: 11+ Inovasi Produk Kreatif untuk Kembangkan Bisnis di Berbagai Industri
Data yang Dibutuhkan untuk Menghitung Keuntungan Jualan
Sebelum menghitung keuntungan jualan, pastikan Anda memiliki data-data berikut:
-
Total penjualan (omzet)
-
Harga Pokok Penjualan (HPP)
-
Biaya operasional (promosi, komisi, pajak, logistik, dll)
-
Data penjualan per produk atau per periode
Data-data ini biasanya dibutuhkan ketika ingin membuat laporan keuangan.
Cara Menghitung Keuntungan Penjualan
Secara sederhana, cara menghitung keuntungan jualan bisa menggunakan rumus berikut:
| Keuntungan (Laba) = Total Pendapatan - Total Pengeluaran |
Namun, untuk transaksi lebih banyak atau bisnis dengan skala yang lebih besar dapat menggunakan rumus:
| Laba Kotor = Penjualan Bersih - Harga Pokok Penjualan (HPP) |
| Laba Bersih = Laba Kotor - Beban Usaha (beban operasional dan non-operasional) |
Untuk menentukan jumlah HPP, Anda dapat menggunakan rumus berikut:
| Harga Pokok Penjualan (HPP) = Total Produksi + Total Bahan Baku + Saldo Akhir Persediaan (Saldo Persediaan Awal - Saldo Persediaan Akhir) |
Meski begitu, dalam praktiknya perhitungan keuntungan jualan tidak selalu sesederhana itu. Banyak biaya tersembunyi yang sering terlewat, seperti biaya promosi digital, potongan marketplace, komisi pembayaran, pajak, hingga alokasi biaya ke harga pokok produk. Jika tidak dicatat dengan detail, hasil perhitungan keuntungan bisa menjadi tidak akurat.
Solusi Pengelolaan Data yang Lebih Akurat
Untuk menghindari kesalahan perhitungan keuntungan jualan, bisnis membutuhkan sistem pengelolaan data laporan yang terintegrasi. Anda dapat memanfaatkan sistem omnichannel dengan fitur pengelolaan data laporan untuk menganalisa keuntungan secara lebih akurat. Dengan sistem ini, proses penghitungan keuntungan bisa dilakukan secara otomatis, tanpa khawatir terjadi human error, sehingga keputusan bisnis berbasis data dapat diambil dengan lebih efisien.
BACA JUGA: 6 Langkah Riset Iklan Digital dan Solusi yang Tepat!
Keuntungan jualan adalah hasil bersih yang diperoleh dari aktivitas penjualan. Memahami cara menghitung keuntungan jualan secara akurat merupakan bagian penting dari strategi bisnis. Perhitungan yang tepat dapat membantu bisnis menghindari kebocoran biaya, menentukan harga yang lebih rasional, serta menyusun strategi penjualan yang lebih efektif.
Mau dapatkan informasi menarik lainnya? Kunjungi website BigSeller Indonesia dan dapatkan informasi menarik seputar strategi, tips hingga cara berbisnis online. Di sini, Anda juga dapat melihat apa saja fitur menarik dari BigSeller mulai dari mengelola pesanan otomatis, scrape product hingga fitur lainnya yang dapat menguntungkan para seller setiap harinya! Jadi, tunggu apalagi? Pakai BigSeller dan registrasi sekarang untuk raih kesempatan untuk mendapatkan VIP selama 7 hari!
FAQ
1. Apa perbedaan laba kotor dan laba bersih?
Laba kotor adalah hasil penjualan dikurangi dengan HPP, sementara laba bersih adalah laba kotor setelah dikurangi seluruh biaya operasional.
2. Seberapa sering laporan penjualan perlu dibuat?
Idealnya laporan penjualan dibuat secara berkala, baik itu harian, mingguan, bahkan hingga tahunan, agar analisis keuntungan jualan dapat dihitung dengan lebih akurat.
3. Apakah diskon dan promo memengaruhi perhitungan keuntungan jualan?
Diskon dan promo akan mengurangi pendapatan bersih, sehingga perlu dicatat sebagai bagian dari biaya promosi dalam laporan penjualan.


