6 Langkah Riset Iklan Digital dan Solusi yang Tepat!
Via 14 Jan 2026 06:52Copy link & title
Riset iklan menjadi bagian penting sebelum brand menjalankan campaign digital di tengah persaingan pemasaran yang semakin ketat.
Banyak bisnis sudah aktif beriklan di berbagai platform digital, tetapi tidak sedikit yang masih mengandalkan asumsi saat menentukan pesan, audiens, dan channel iklan. Akibatnya, campaign berjalan tetapi hasilnya tidak maksimal.
Dengan melakukan riset iklan sejak awal, brand dapat memahami audiens secara lebih mendalam, menguji konsep iklan sebelum tayang, serta menyusun strategi campaign berbasis data.
Pendekatan ini membantu brand menghindari pemborosan anggaran sekaligus meningkatkan peluang keberhasilan campaign digital.

Mengapa Riset Iklan Penting Sebelum Campaign Digital?
Riset iklan membantu brand mengambil keputusan yang lebih tepat sebelum iklan benar-benar diluncurkan ke publik. Tanpa riset, brand berisiko menyampaikan pesan yang tidak relevan atau bahkan tidak dipahami oleh audiens. Beberapa alasan utama pentingnya riset iklan antara lain:
-
Mengurangi risiko kegagalan campaign digital
-
Memahami kebutuhan, preferensi, dan pain point audiens
-
Menentukan pesan iklan yang paling relevan dan persuasif
-
Mengoptimalkan penggunaan anggaran iklan
Dengan riset yang tepat, setiap elemen campaign, mulai dari copy, visual, hingga channel, dibangun berdasarkan insight, bukan sekadar intuisi.
BACA JUGA: Brand Research untuk Bisnis: Manfaat, Jenis, Cara Melakukannya
6 Langkah Melakukan Riset Iklan Digital

Source: Freepik
Inilah beberapa langkah yang patut Anda perhatikan dalam melakukan riset iklan digital!
1. Tentukan Tujuan Campaign Digital
Riset iklan sebaiknya dimulai dengan penentuan tujuan campaign yang jelas. Tujuan ini akan menjadi arah utama dalam pengumpulan dan analisis data.
Beberapa tujuan campaign digital yang umum antara lain:
-
Meningkatkan brand awareness
-
Membangun consideration terhadap produk atau layanan
-
Mendorong traffic ke website atau aplikasi
-
Meningkatkan konversi atau penjualan
Dengan tujuan yang spesifik, hasil riset iklan akan lebih fokus dan dapat langsung diterjemahkan menjadi strategi campaign yang relevan.
2. Tentukan dan Pahami Target Audiens
Riset iklan tidak akan efektif tanpa pemahaman audiens yang mendalam. Brand perlu mengetahui siapa target audiensnya, bukan hanya secara demografis, tetapi juga secara psikografis dan perilaku. Beberapa aspek audiens yang perlu digali melalui riset:
-
Kebutuhan dan masalah yang mereka hadapi
-
Motivasi dan faktor pengambilan keputusan
-
Kebiasaan menggunakan media digital
-
Respons terhadap jenis konten atau iklan tertentu
Data ini sangat penting agar pesan iklan terasa relevan dan tidak terkesan “asal tayang”.
3. Analisis Kompetitor dan Iklan di Industri yang Sama
Riset iklan juga mencakup analisis kompetitor untuk memahami lanskap komunikasi di industri terkait. Dengan mempelajari iklan yang sudah beredar, brand bisa melihat pola sekaligus menemukan peluang diferensiasi. Hal-hal yang dapat dianalisis meliputi:
-
Pesan utama yang digunakan kompetitor
-
Channel digital yang paling sering dimanfaatkan
-
Gaya bahasa dan visual iklan
-
Value proposition yang ditonjolkan
Hasil analisis ini membantu brand menyusun strategi iklan yang lebih unik dan tidak tenggelam di tengah persaingan pasar.
BACA JUGA: Cara Menentukan Niche Market dalam Bisnis
4. Uji Konsep dan Pesan Iklan
Riset iklan berperan penting dalam menguji konsep sebelum campaign dijalankan secara luas. Menguji pesan iklan membantu brand mengetahui respons audiens sejak tahap awal. Beberapa hal yang bisa diuji melalui riset:
-
Beberapa versi copy iklan
-
Pilihan visual atau desain kreatif
-
Tone komunikasi (formal, santai, emosional)
-
Daya tarik pesan utama
Uji konsep ini memungkinkan brand memilih materi iklan yang paling efektif berdasarkan respons audiens.
5. Tentukan Channel dan Format Iklan
Riset iklan membantu brand menentukan channel dan format yang paling sesuai dengan kebiasaan audiens. Tidak semua audiens aktif di platform yang sama, sehingga pemilihan channel harus berdasarkan data. Pertanyaan yang bisa dijawab melalui riset:
-
Di platform mana audiens paling sering berinteraksi?
-
Format iklan apa yang paling menarik perhatian mereka?
-
Kapan waktu terbaik untuk menayangkan iklan?
Dengan insight ini, brand dapat menempatkan iklan di tempat dan waktu yang paling strategis.
6. Analisis Data dan Susun Insight Strategis
Riset iklan tidak berhenti pada pengumpulan data. Tahap terpenting adalah menganalisis hasil riset untuk menghasilkan insight yang dapat ditindaklanjuti.
Insight dari riset iklan seharusnya mampu memberikan:
-
Rekomendasi pesan utama campaign
-
Arahan kreatif untuk materi iklan
-
Strategi segmentasi audiens
-
Prioritas channel dan format iklan
Insight inilah yang menjadi dasar penyusunan campaign digital yang lebih terukur dan efektif.
Risiko Menjalankan Campaign Tanpa Riset Iklan
Riset iklan yang diabaikan sering kali menyebabkan berbagai masalah dalam campaign digital, seperti:
-
Pesan iklan tidak relevan dengan audiens
-
Engagement rendah meskipun budget besar
-
Biaya iklan tinggi dengan hasil minim
-
Sulit membangun kepercayaan dan koneksi dengan konsumen
Oleh karena itu, riset iklan seharusnya dipandang sebagai investasi strategis, bukan sekadar tahapan tambahan.
BACA JUGA: Paket Bundling: Keuntungan, dan Strategi Efektif untuk Tingkatkan Penjualan
Solusi Riset Iklan yang Lebih Terarah

Riset iklan akan memberikan hasil maksimal jika dilakukan dengan data yang akurat dan metode yang tepat.
Market Research Populix hadir sebagai solusi bagi brand dan bisnis yang ingin melakukan riset iklan secara lebih terstruktur dan berbasis data.
Melalui Market Research Populix, Anda dapat:
-
Menggali insight mendalam tentang target audiens
-
Menguji konsep dan pesan iklan sebelum campaign berjalan
-
Memvalidasi strategi komunikasi berbasis data konsumen
-
Mengurangi risiko kegagalan campaign digital
Jika Anda ingin menjalankan campaign digital yang lebih tepat sasaran dan berdampak, saatnya memulai riset iklan bersama Market Research Populix. Hubungi Populix untuk informasi layanan selengkapnya!
*Artikel ini merupakan hasil kerjasama antara BigSeller dengan Populix

