Blog > Manajemen Bisnis > Understock: Pengertian, Penyebab, dan Strategi Mengatasinya untuk Bisnis

Understock: Pengertian, Penyebab, dan Strategi Mengatasinya untuk Bisnis

Via 27 Feb 2026 07:22Copy link & title

Understock adalah kondisi ketika jumlah stok barang lebih sedikit daripada permintaan pasar, sehingga bisnis tidak mampu memenuhi pesanan pelanggan secara optimal. Situasi ini sering terjadi dalam bisnis ritel, distribusi, maupun e-commerce, terutama saat permintaan meningkat tetapi perencanaan dan pengelolaan stok tidak akurat.

Jika dibiarkan, understock dapat menyebabkan kehilangan penjualan (lost sales), pembatalan pesanan, penurunan rating toko, hingga turunnya kepercayaan pelanggan. Oleh karena itu, memahami apa itu understock dan bagaimana cara mengatasinya menjadi langkah penting agar bisnis tetap stabil dan menguntungkan.

Lalu, sebenarnya apa yang dimaksud dengan understock? Apa saja penyebabnya, dan bagaimana strategi terbaik untuk mencegahnya? Berikut penjelasan lengkapnya.
ad-img

Penyebab Terjadinya Understock

Understock: Pengertian, Penyebab, dan Strategi Mengatasinya untuk Bisnis
Source: Freepik

Dalam bisnis, ada beberapa faktor internal maupun eksternal yang dapat memicu terjadinya overstock. Berikut beberapa penyebab utamanya:

1. Tidak memiliki sistem monitoring stok real-time: tanpa sistem pemantauan stok yang diperbarui secara langsung, seller sulit mengetahui jumlah stok aktual. Akibatnya, stok bisa habis tanpa disadari.

2. Salah menentukan reorder point (ROP): reorder point atau titik pemesanan ulang yang tidak dihitung dengan tepat membuat proses restock terlambat. Barang baru datang ketika stok sudah kosong

3. Tidak menyediakan safety stock: stok cadangan berfungsi sebagai buffer saat terjadi lonjakan permintaan. Tanpa cadangan ini, risiko understock meningkat drastis.

4. Forecasting permintaan yang kurang akurat: kesalahan dalam memprediksi tren penjualan, musim, atau promosi menyebabkan perencanaan stok tidak sesuai dengan kebutuhan pasar.

5. Lead time supplier tidak diperhitungkan: waktu tunggu pengiriman dari supplier (lead time) yang terlalu lama atau tidak diperhitungkan dengan baik dapat menyebabkan kekosongan stok.

6. Stok tidak sinkron antar channel penjualan: bagi seller yang berjualan di banyak marketplace, stok yang tidak terintegrasi bisa menyebabkan jumlah barang di sistem berbeda dengan stok fisik di gudang.

7. Kesalahan pencatatan (human error): input data yang tidak akurat, salah hitung saat stock opname, atau kesalahan administrasi bisa memicu perbedaan data stok.

8. Tidak memiliki SOP gudang yang jelas: tanpa prosedur operasional standar (SOP), proses penerimaan, penyimpanan, dan pengeluaran barang menjadi tidak terkontrol.

Strategi Menghindari Understock dalam Bisnis

Untuk mencegah understock, bisnis perlu menerapkan strategi pengelolaan stok yang terstruktur dan berbasis data. Pendekatan yang tepat tidak hanya membantu menjaga ketersediaan barang, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan. Berikut beberapa strategi yang dapat Anda terapkan untuk menghindari understock dalam bisnis:

  • Menggunakan sistem manajemen stok berbasis real-time

  • Menentukan reorder point (ROP) berdasarkan data historis penjualan

  • Menyediakan safety stock sesuai tingkat permintaan produk

  • Melakukan demand forecasting secara berkala

  • Menghitung dan memantau lead time supplier

  • Melakukan stock opname rutin

  • Membuat dan menerapkan SOP pengelolaan gudang

  • Mengintegrasikan seluruh channel penjualan dalam satu sistem omnichannel

Dalam konteks bisnis multichannel, penggunaan sistem omnichannel seperti BigSeller menjadi solusi yang tepat bagi Anda yang menjual produk di berbagai marketplace. Sistem BigSeller memungkinkan sinkronisasi stok otomatis antar marketplace seperti Shopee, TikTok Shop, Lazada, Tokopedia, dan marketplace lainnya, sehingga jumlah stok akan terpotong secara real-time setiap ada pesanan masuk.

Fitur Pengelolaan Stok & Pembelian merupakan solusi mencegah understock maupun penjualan berlebih. Melalui laporan stok yang jelas dan terpusat, Anda dapat memantau seluruh status stok gudang secara real-time, termasuk pencatatan penambahan dan pengurangan stok. Ditambah dengan standarisasi proses pengemasan dan pengiriman, termasuk fitur wave picking untuk mengoptimalkan operasional gudang dan meminimalkan risiko kehabisan stok.

Sistem ini juga mendukung sinkronisasi stok di berbagai marketplace, memperbarui stok gudang, bahkan bisa memberikan saran pembelian berbasis data dari berbagai aspek. Mulai dari tren penjualan dan lead time, sehingga Anda dapat mengatur persiapan pengiriman, pembelian, serta proses penerimaan barang secara lebih rasional dan terencana.

Fitur Pengelolaan Stok & Pembelian BigSeller

[Contoh Fitur Pengelolaan Stok & Pembelian]

Understock adalah kondisi kekurangan stok yang dapat berdampak langsung pada omzet, kepuasan pelanggan, dan reputasi bisnis. Penyebabnya beragam, mulai dari kesalahan forecasting hingga tidak terintegrasinya sistem penjualan.

Untuk menghindarinya, Anda perlu menerapkan strategi pengelolaan stok yang terstruktur, menghitung kebutuhan stok secara akurat, serta memanfaatkan sistem omnichannel agar stok tetap terkendali dan sinkron di seluruh channel penjualan. Dengan pengelolaan yang tepat, risiko understock dapat ditekan dan bisnis dapat tumbuh lebih stabil dan berkelanjutan.

Mau dapatkan informasi menarik lainnya? Kunjungi website BigSeller Indonesia dan dapatkan informasi menarik seputar strategi, tips hingga cara berbisnis online. Di sini, Anda juga dapat melihat apa saja fitur menarik dari BigSeller mulai dari mengelola pesanan otomatis, scrape product hingga fitur lainnya yang dapat menguntungkan para seller setiap harinya! Jadi, tunggu apalagi? Pakai BigSeller dan registrasi sekarang untuk raih kesempatan untuk mendapatkan VIP selama 7 hari!

FAQ

1. Apa perbedaan understock dan overstock?

Understock adalah kondisi kekurangan stok, sedangkan overstock adalah kondisi kelebihan stok yang melebihi kebutuhan pasar. Keduanya sama-sama bisa merugikan bisnis.

2. Bagaimana cara mengetahui bisnis sedang mengalami understock?

Anda dapat melihat dari seringnya stok habis saat permintaan tinggi, meningkatnya pembatalan pesanan, atau notifikasi stok kosong di marketplace.

3. Apakah understock bisa memengaruhi performa toko di marketplace?

Ya. Tingginya pembatalan pesanan akibat stok kosong dapat menurunkan performa dan reputasi toko di platform e-commerce.

ad-img
Via
Search Engine Optimization (SEO) Writer dengan pengalaman penulisan lebih dari 3 tahun. Via terbiasa mengubah ide menjadi konten untuk membantu UMKM hingga brand meningkatkan visibilitas digital melalui konten yang relevan, mudah dibaca, dan tepat sasaran agar performa penjualan online makin optimal.