Blog>Manajemen Bisnis>5 Strategi Marketing Tahun Baru Imlek agar Penjualan Naik Drastis!

5 Strategi Marketing Tahun Baru Imlek agar Penjualan Naik Drastis!

Lisa05 Jan 2024 09:52Copy link & title

Sudahkah kamu memikirkan strategi marketing Tahun Baru Imlek yang jatuh pada tanggal 10 Februari 2024 nanti? Bagi kamu yang sedang menjalankan bisnis musiman menjelang Imlek atau menjadi pengusaha pemula, coba baca artikel ini sampai selesai!

Tidak berbeda jauh dari hari raya lainnya, Imlek juga identik dengan berbagai ornamen, pernak-pernik, dan makanan khas yang bisa kamu jumpai di berbagai pusat perbelanjaan.

Nah, bagi para pengusaha yang menjual aneka kebutuhan Imlek sendiri, tentu harus siap bersaing dengan kompetitor lainnya. Benar bukan?

Kami berikan beberapa contoh strategi bisnis yang bisa digunakan untuk meningkatkan penjualan saat mendekati Imlek.

Ide Promo dan Cara Meningkatkan Penjualan Jelang Imlek

Inilah strategi marketing Tahun Baru Imlek yang bisa kamu coba dengan biaya serendah mungkin:

1. Cari Target Pasar

Karena Imlek dirayakan oleh kelompok etnis Tionghoa, maka sudah bisa dipastikan jika pelanggan atau pembeli berasal dari kalangan mereka. Sisanya berasal dari kerabat yang ingin memberikan ucapan selamat pada mereka.

Jadi sebisa mungkin, carilah target pasar dari mereka yang merayakan Imlek. Bagaimana caranya? Kamu bisa bergabung di grup Facebook dengan kata kunci ‘Forum Jual Beli Souvenir’ atau ‘Pasar Souvenir Indonesia’, atau ‘Jual Beli Barang’, dan ‘Perayaan Tahun Baru Imlek’.

Selain grup jual beli, kamu juga bisa mendapatkan pelanggan dengan masuk ke grup daerah tempat kamu Tinggal. Misalnya kamu tinggal di Bekasi, maka cari saja grup di Facebook dengan kata kunci ‘Warga Kota Bekasi’ atau ‘Warga Tambun dan Sekitarnya’.

Jika kamu membuka grup tersebut satu per satu, maka akan menemukan banyak pula anggota yang berjualan dan menawarkan produk serta jasanya di sana.

Dengan bergabung ke sebuah grup di media sosial, kamu bisa mendapatkan pasar baru, mengukur antusiasme calon pelanggan, dan sebagainya.

2. Jual Produk yang Banyak Peminatnya

Faktanya, tidak semua produk yang berkaitan dengan Imlek laku keras atau diminati. Hal ini karena setiap keluarga memiliki tradisi mereka masing-masing saat Imlek.

Misalnya keluarga A saat Imlek cenderung menyediakan aneka kue kering, tetapi keluarga B lebih cenderung menyediakan kue basah (kue keranjang), dumpling, dan sebagainya. Jadi supaya produkmu laku keras dan laris manis, coba jual produk yang paling ramai peminat.

Bagaimana caranya? Kamu bisa mengetahuinya dengan riset lewat marketplace dan lihat produk mana yang paling banyak dibeli oleh masyarakat selama imlek. Kamu bisa baca artikel kami tentang Cara Riset Produk Terlaris di Shopee.

Selain itu kamu juga bisa melakukan riset dengan membaca berita, membuat polling di media sosial, dan mulai lakukan promosi untuk tes pasar.

3. Buat Promo dengan Menarik

Memberikan promo juga dapat membantu untuk meningkatkan penjualan produk kamu lho!

Promo ini bisa bermacam-macam, mulai dari promo diskon murah, promo tanggal muda, promo spesial Imlek, promo cashback, beli satu gratis satu, dan sebagainya.

Promo menjadi instrumen penting yang berperan dalam menaikkan penjualan suatu brand dan mengenalkan merek pada masyarakat secara luas.

Contoh: Satu Minggu mendekati Imlek, kamu merilis promo pembelian khusus dengan tagline “Imlek sudah dekat! Buruan dapatkan spesial backdrop ornamen Naga dengan harga khusus Rp20.000 (harga awal Rp50.000), Ayo gasgasgasgas!”

Gunakan kata-kata promosi yang menarik dan mampu menggugah keinginan pembeli untuk checkout produk tersebut.

4. Sertakan Cerita di Balik Tiap Pernak-Pernik Imlek

Setiap pernak-pernik, ornamen, makanan, dan apa pun yang berkaitan dengan Imlek memiliki nilai filosofi dan cerita menarik yang mengesankan untuk diulas.

Kamu bisa menggunakan sisi yang satu ini untuk memikat sekaligus mengedukasi pembeli; mengapa harus membeli produk tersebut serta keuntungan memilikinya.

5. Buka Lapak di Tempat Umum Setiap Malam

Membuka lapak di tempat umum juga bisa meningkatkan penjualan produk-produk Imlek kamu. Misalnya seperti di dekat vihara, alun-alun kota, di pasar malam, di area yang padat dengan penjual makanan dan mainan, serta lainnya.

Jadi, sebagai penjual kamu tidak hanya mengandalkan penjualan dari online market, tetapi juga offline.

Mengapa demikian? Karena biasanya orang-orang yang beli secara offline bisa melihat produk secara langsung, mengetahui keaslian produk tersebut, dan bebas untuk memilih tanpa khawatir harus ditipu oleh penjual.

Nah, dari sekian strategi marketing Tahun Baru Imlek yang sebentar lagi akan datang, sudahkah kamu mulai merencanakannya?