Jualan Produk Lokal di Banyak Marketplace? Ini Tips Mengelolanya
Via 19 Jan 2026 01:13Copy link & title
Produk lokal Indonesia makin diminati seiring dengan meningkatnya kesadaran konsumen untuk mendukung bisnis dalam negeri. Banyak bisnis lokal mulai menjual produknya secara online dan masuk ke berbagai marketplace. Langkah ini membuka peluang pertumbuhan bisnis yang lebih besar, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan baru.
Masalah yang Sering dihadapi Owner Bisnis Produk Lokal
Permasalahan umumnya mulai muncul saat jumlah produk bertambah dan channel penjualan semakin beragam. Pengelolaan yang sebelumnya sederhana menjadi lebih kompleks. Oleh karena itu, produk lokal tidak hanya perlu unggul dari segi kualitas, tapi juga harus dikelola dengan tepat.
Banyak pelaku bisnis mulai memanfaatkan sistem omnichannel yang dapat menghubungkan berbagai channel penjualan dalam satu sistem, sehingga pengelolaan bisnis menjadi lebih efisien dan terkontrol. Selain itu, berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengelola bisnis produk lokal.
BACA JUGA: 6 Langkah Riset Iklan Digital dan Solusi yang Tepat!
Tips Mengelola Bisnis Produk Lokal
1. Rapikan data produk sejak awal
Pengelolaan produk sebaiknya dimulai dengan penataan data yang rapi dan mudah dipahami. Pastikan nama produk, variasi, harga, serta jumlah stok dicatat dengan benar. Pendataan yang jelas dapat mengurangi kesalahan dan mempermudah operasional bisnis.
2. Sinkronisasi produk di berbagai marketplace
Mengelola produk secara terpisah di setiap marketplace membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Idealnya, seluruh produk dapat dikelola dari satu sistem terpusat. Dengan adanya sistem yang mampu menyinkronkan produk dari berbagai marketplace, proses pengelolaan menjadi lebih efisien dan tidak perlu dilakukan secara berulang.
3. Luangkan waktu untuk evaluasi produk
Dalam mengelola bisnis lokal, evaluasi produk merupakan salah satu langkah penting. Pelaku usaha perlu secara berkala untuk mengevaluasi produk dengan performa penjualan baik dan produk yang kurang diminati. Dari hasil evaluasi tersebut, strategi penjualan dan pengelolaan stok dapat disesuaikan agar bisnis terus berkembang secara optimal.
4. Evaluasi data penjualan dan keuangan
Selain pengelolaan produk dan pesanan, evaluasi keuangan secara berkala juga menjadi salah satu faktor penting untuk pemilik bisnis lokal. Dengan evaluasi keuangan yang terstruktur, bisnis lokal dapat mengetahui produk mana yang paling menguntungkan dan menentukan strategi yang lebih tepat untuk penjualan berikutnya.
Produk lokal Indonesia mempunyai potensi besar untuk berkembang di era digital. Namun, seiring dengan bertambahnya produk dan channel penjualan, semakin kompleks pula tantangan operasional yang dihadapi. Sebagai pemilik bisnis, Anda dapat merapikan data produk, sinkronisasikan produk di berbagai marketplace, serta mengevaluasi produk dan data keuangan bisnis.
Tidak hanya itu, saat ini terdapat omnichannel system yang bisa membantu pemilik bisnis mengelola produk dan pesanan secara terintegrasi, meningkatkan efisiensi kerja, serta dapat lebih fokus pada pengembangan usaha jangka panjang.
BACA JUGA: Paket Bundling: Keuntungan, dan Strategi Efektif untuk Tingkatkan Penjualan
Mau dapatkan informasi menarik lainnya? Kunjungi website BigSeller Indonesia dan dapatkan informasi menarik seputar strategi, tips hingga cara berbisnis online. Di sini, Anda juga dapat melihat apa saja fitur menarik dari BigSeller mulai dari mengelola pesanan otomatis, scrape product hingga fitur lainnya yang dapat menguntungkan para seller setiap harinya! Jadi, tunggu apalagi? Pakai BigSeller dan registrasi sekarang untuk raih kesempatan untuk mendapatkan VIP selama 7 hari!
FAQ
1. Apa yang dimaksud dengan produk lokal?
Produk lokal adalah produk yang diproduksi dan dikembangkan oleh pelaku usaha dalam negeri, baik UMKM maupun brand lokal.
2. Mengapa pengelolaan produk penting bagi bisnis lokal?
Pengelolaan yang baik membantu menjaga konsistensi data, mengurangi kesalahan operasional, serta meningkatkan efisiensi kerja, terutama ketika bisnis berkembang dan menjual produk di berbagai marketplace.
3. Apa dampak pengelolaan produk yang tidak terintegrasi bagi bisnis lokal?
Pengelolaan yang tidak terintegrasi dapat menyebabkan data produk tidak konsisten, kesalahan stok, pesanan terlewat, serta pemborosan waktu dan tenaga. Jika terjadi terus menerus, kondisi ini dapat menghambat efisiensi operasional dan pertumbuhan bisnis.



