Rekomendasi ERP Omnichannel Terbaik untuk Seller E-Commerce Shopee dan Tiktok Shop (2026)
Via 16 Feb 2026 02:25Copy link & title
Berjualan di Shopee, TikTok Shop by Tokopedia, Lazada, dan marketplace lainnya secara bersamaan memang bisa memperluas jangkauan pasar dan membuka peluang penjualan yang lebih besar. Namun, tanpa sistem pengelolaan yang terintegrasi, hal ini juga berpotensi menimbulkan berbagai kendala, seperti stok yang tidak sinkron, pesanan terlewat, perhitungan biaya admin antar marketplace yang membingungkan, hingga laporan penjualan yang tersebar di berbagai dashboard.
Sistem ERP (enterprise resource planning) Omnichannel yang tepat membantu mengintegrasikan seluruh channel penjualan ke dalam satu dashboard terpusat, sehingga bisnis bisa berkembang lebih rapi dan terkendali. Berikut panduan untuk memahami pentingnya ERP Omnichannel dan bagaimana memilih tools yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis.

| Ringkasan |
| 1. ERP Omnichannel mengintegrasikan Shopee, TikTok Shop, dan marketplace lainnya dalam satu sistem terpusat. |
| 2. Otomatisasi stok dan pesanan membantu mencegah overselling dan human error. |
| 3. Pemilihan ERP harus disesuaikan dengan skala bisnis, kebutuhan operasional, dan integrasi marketplace yang digunakan. |
Mengapa Seller Online Butuh ERP Omnichannel
Pasar e-commerce di Asia Tenggara saat ini terus menunjukkan pertumbuhan signifikan, dengan estimasi nilai transaksi telah mencapai ratusan miliar dolar dan diproyeksikan terus meningkat hingga 2027. Dengan volume pesanan yang makin besar, mengelola banyak marketplace secara manual justru berpotensi menjadi hambatan bagi operasional bisnis. Karena itu, otomatisasi bukan lagi sekadar pilihan tambahan, melainkan kebutuhan strategis agar bisnis tetap kompetitif di era persaingan yang semakin ketat.
Di tingkat platform, Shopee masih menjadi platform e-commerce dominan di Asia Tenggara dengan pangsa pasar yang cukup besar. Namun, kemunculan dan pertumbuhan TikTok Shop yang pesat turut memperluas cara pelanggan menemukan dan membeli produk, terutama melalui konten dan live commerce yang terintegrasi langsung dengan proses checkout.
Kondisi ini membuat perilaku belanja semakin terdistribusi di berbagai platform. Oleh karena itu, seller perlu mengoptimalkan strategi multichannel agar dapat menjangkau seluruh potensi pembeli. Tanpa pendekatan tersebut, justru seller berisiko kehilangan peluang permintaan pasar serta menurunnya efektivitas operasional.
BACA JUGA: Jualan Produk Lokal di Banyak Marketplace? Ini Tips Mengelolanya
Pentingnya ERP Omnichannel untuk Seller Online

Source: Freepik
ERP Omnichannel penting untuk mengintegrasikan channel penjualan, stok, pesanan, pelanggan, dan data laporan keuangan ke dalam satu sistem terpusat. Bagi seller e-commerce, sistem ini memiliki berbagai manfaat, yaitu:
-
Sinkronisasi stok secara real-time di seluruh platform dan toko offline, sehingga mencegah overselling.
-
Pemrosesan pesanan dan after-sales secara terpusat yang mempercepat alur kerja.
-
Otomatisasi tugas harian, seperti scrape product, menjadwalkan pesanan secara otomatis, memperbarui status & harga produk, serta otomatisasi lainnya.
-
Integrasi data penjualan yang memudahkan rekonsiliasi serta analisis pasca-operasional yang lebih akurat.
Seluruh fungsi ini membantu menekan risiko terjadinya human error, meningkatkan ketepatan operasional toko, serta memberi lebih banyak kesempatan bagi seller untuk fokus pada pemasaran dan pengembangan produk yang merupakan aspek penting dalam membangun bisnis online yang berkelanjutan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Rekomendasi ERP Omnichannel Terbaik untuk Kelola E-Commerce Shopee dan TikTok Shop
BigSeller adalah sistem ERP E-Commerce Omnichannel yang secara khusus dibuat untuk mempermudah seller Asia Tenggara dengan tujuan meningkatkan efisiensi dan memperluas channel bisnis. Seluruh operasional dapat disederhanakan dalam satu dashboard yang mencakup pengelolaan produk, pemrosesan pesanan, manajemen stok, pelacakan keuangan, hingga berbagai otomatisasi operasional.
Selain itu, BigSeller juga menyediakan paket langganan yang bisa disesuaikan dengan ragam tipe seller dan tahap perkembangan bisnis. Berikut adalah gambaran tiga modul inti BigSeller:
📢 Modul Produk & Marketing BigSeller
Modul Produk dan Marketing BigSeller membantu seller mengelola dan memantau data produk, aktivitas pemasaran, hingga periklanan di berbagai platform melalui satu dashboard terpusat. Modul ini memiliki banyak fitur, sehingga seller bisa menekan biaya operasional, mengoptimalkan ritme kerja tim, dan meningkatkan efektivitas promosi. Secara umum, modul ini memiliki empat fungsi utama, yaitu:
1. Integrasi Informasi Multi-Channel: mendukung pengambilan dan pemindahan data produk hanya dengan satu klik, pengeditan gambar secara online, serta terjemahan multibahasa. Proses listing produk pun jadi lebih cepat dan tetap relevan untuk kebutuhan pasar lokal.
2. Manajemen Listing yang Lebih Rapi: menyediakan fitur penempatan otomatis dan penjadwalan posting, penjadwalan cerdas sesuai ritme promosi, serta sinkronisasi harga antar toko dari produk utama agar konsistensi harga tetap terjaga.
3. Manajemen Campaign Marketing yang Efisien: mendukung pembuatan dan pengelolaan berbagai aktivitas promosi di banyak platform secara massal. Perencanaan strategi dan eksekusi bisa dilakukan dalam satu alur, serta dilengkapi fitur watermark promosi untuk menyesuaikan tiap campaign, sehingga bisa meningkatkan klik dan konversi.
4. Pemantauan & Kontrol Data Iklan: mengintegrasikan data iklan dari platform utama, mendukung pemantauan real-time, pembuatan, dan pengelolaan placement iklan. Biaya pun lebih terkelola lewat penganggaran berbasis waktu, sehingga respons terhadap perubahan dan tren pasar bisa lebih cepat.

[Contoh Fitur Pengelolaan Iklan dan Marketing]
🎯 Modul Pesanan BigSeller
Modul pesanan berperan sebagai “pusat distribusi” dalam sistem ERP E-commerce Omnichannel. Modul ini dilengkapi dengan fitur untuk menyatukan pemrosesan pesanan dari lebih dari 16 platform, termasuk Shopee, TikTok Shop, Lazada, Tokopedia, hingga toko offline. Dengan pengelolaan terpusat dan end-to-end, alur kerja jadi lebih rapi dan terkendali. Modul ini punya empat fungsi utama, yaitu:
1. Pemrosesan Pesanan Multi-Platform: dispatch otomatis, deteksi anomali, dan fulfillment yang efisien dijalankan melalui konfigurasi aturan cerdas.
2. Kolaborasi Multi-Gudang & Operasi Berbasis Stok: mendukung alokasi pesanan otomatis, penguncian stok, dan penjadwalan fleksibel antar berbagai jenis gudang, mulai dari gudang platform, gudang sendiri, hingga gudang impor luar negeri.
3. Tools Pesanan & Kontrol Risiko Operasional: menyediakan template pesanan lengkap yang terintegrasi dengan prediksi profit dan intersepsi, pemantauan logistik, serta sistem peringatan dini untuk manajemen risiko secara proaktif.
4. Layanan After-Sales & Retur: pemrosesan retur lintas platform dilakukan secara terpusat, mendukung inbound cepat, pembuatan otomatis pesanan refund atau pengembalian barang, serta pencatatan biaya dan pelacakan progres agar sistem after-sales lebih efisien dan rapi.

[Contoh Fitur Pengelolaan dan Pemrosesan Pesanan]
📦 Modul Inventory dan WMS (Warehouse Management System) BigSeller
Modul ini mencakup dua komponen utama: Inventory dan WMS atau pergudangan. Tujuannya untuk menyederhanakan pengelolaan gudang sekaligus memastikan proses fulfillment berjalan efisien.
1. Modul Inventory: mengintegrasikan manajemen stok di berbagai platform, sinkronisasi otomatis dan real-time untuk mencegah overselling. Mendukung penguncian stok terpisah untuk campaign, rekomendasi pembelian, transfer antar gudang, dan sinkronisasi stok gudang pihak ketiga. Modul ini dilengkapi fitur lanjutan seperti manajemen batch dan expired, konversi multi-unit, serta pemisahan penyimpanan dan picking agar data stok bisa ditelusuri secara menyeluruh.

[Contoh Fitur Sinkronisasi Stok Otomatis]
2. Modul WMS (Warehouse Management System): berfokus pada eksekusi pesanan di gudang dengan mengelompokkan pesanan dalam wave dan merencanakan rute pengambilan produk secara cerdas. Mendukung alokasi tugas, berbagai mode picking (termasuk picking dan sorting secara bersamaan), pemindaian PDA, serta statistik efisiensi. Fitur ini membantu gudang menghadapi periode high traffic, menurunkan risiko salah kirim, dan meningkatkan ketepatan waktu pengiriman.
Kedua modul ini saling melengkapi untuk menekan biaya manajemen serta meningkatkan efisiensi dan akurasi operasional gudang.
BACA JUGA: Tips Pilih Sewa Gudang di Jakarta untuk UMKM
Tips Memilih ERP Omnichannel yang Tepat untuk E-Commerce
Dalam memilih ERP Omnichannel untuk e-commerce, seller perlu memastikan sistem benar-benar terintegrasi dengan marketplace yang digunakan, seperti Shopee, TikTok Shop, atau platform lainnya agar operasional bisa berjalan lancar tanpa hambatan teknis. Selain itu, perhatikan juga total biaya yang dibutuhkan, mulai dari biaya langganan hingga implementasi dan pengembangannya. Terakhir, sesuaikan jenis atau modul ERP Omnichannel dengan skala dan kompleksitas bisnis.
Sistem ERP Omnichannel yang cocok untuk bisnis harus memiliki berbagai modul serta fitur untuk mendukung seluruh operasional. Misalnya, mulai dari pengelolaan pesanan, pengelolaan iklan & promosi, pengelolaan stok & gudang, hingga pengelolaan data laporan keuangan secara akurat dan real-time.

[Contoh Fitur Laporan Keuntungan]
Kesimpulan
ERP Omnichannel memang tidak menjamin peningkatan penjualan dalam waktu singkat. Namun, sistem ini berperan penting dalam mengurangi hambatan operasional yang sering kali menjadi penghambat pertumbuhan bisnis. Bagi sebagian besar seller di Shopee, TikTok Shop, Lazada, Tokopedia, maupun platform lain di Asia Tenggara, strategi terbaik adalah mulai dengan tools e-commerce yang sudah stabil dan relevan dengan kebutuhan (Seperti BigSeller, Oracle, SAP, atau sistem manajemen pesanan lokal), lalu memastikan sistem benar-benar mampu menjawab pain point atau permasalahan utama.
FAQ
1. Apa itu ERP Omnichannel untuk e-commerce?
ERP Omnichannel adalah sistem manajemen terintegrasi yang menghubungkan berbagai marketplace seperti Shopee dan TikTok Shop dalam satu dashboard untuk mengelola stok, pesanan, promosi, dan laporan secara terpusat.
2. Apa yang harus diperhatikan sebelum memilih ERP Omnichannel?
Pastikan ERP terintegrasi dengan marketplace yang digunakan, mendukung API dan kurir lokal, memiliki fitur sinkronisasi stok real-time, serta menyediakan demo untuk uji coba sebelum implementasi.
3. Kapan seller Shopee dan TikTok Shop perlu menggunakan ERP?
Ketika volume pesanan meningkat, mengelola banyak marketplace mulai terasa kompleks, dan risiko stok tidak sinkron atau pesanan terlewat semakin tinggi.



![[Balikpapan 2026] Kumpul Keluarga Tokopedia & TikTok Shop x BigSeller Indonesia](https://res.bigseller.pro/album/321/20260213012656-e77c99735471c0383cce964adbe10591.png)