Blog > Produk Pilihan > Cara Kelola Shopee dan Tiktok Shop E-Commerce Lebih Efisien dengan ERP Omnichannel

Cara Kelola Shopee dan Tiktok Shop E-Commerce Lebih Efisien dengan ERP Omnichannel

Via 19 Feb 2026 02:11Copy link & title

Pasar e-commerce Asia Tenggara terus mengalami pertumbuhan pesat. Perkembangan platform seperti Shopee dan TikTok Shop membuka peluang besar bagi seller untuk menjangkau lebih banyak pelanggan. Namun, di balik peluang tersebut, ada tantangan operasional yang tidak sedikit. Semakin banyak channel penjualan yang digunakan, semakin kompleks pula pengelolaannya.

Cara paling efisien mengelola Shopee dan TikTok Shop adalah dengan menggunakan ERP omnichannel yang mampu mengintegrasikan stok, pesanan, produk, dan laporan dalam satu dashboard terpusat. Pahami kenapa sistem ERP omnichannel menjadi kebutuhan bagi seller online dan bagaimana cara kelola Shopee dan TikTok Shop E-Commerce lebih efisien dengan ERP omnichannel.

Ringkasan
ERP omnichannel mengintegrasikan pengelolaan berbagai marketplace, seperti Shopee dan TikTok Shop dalam satu dashboard.
Sinkronisasi stok real-time membantu mencegah overselling dan kesalahan kirim.
Sistem terpusat membuat operasional lebih efisien dan siap menghadapi lonjakan pesanan.

Mengapa Mengelola Shopee dan TikTok Shop Semakin Kompleks?

Menjual produk di Shopee dan TikTok Shop secara bersamaan bisa meningkatkan omzet secara signifikan. Seller tidak lagi cukup hanya menjual produk di satu marketplace. Namun, semakin banyak channel penjualan, semakin kompleks pula pengelolaannya.

Sistem ini menjadi semakin penting bagi seller e-commerce saat ini karena ketika mulai berjualan di lebih dari satu platform, kompleksitas operasional ikut meningkat. Beberapa tantangan yang sering muncul:

  • Stok tidak sinkron antar marketplace

  • Pesanan masuk dari dashboard berbeda

  • Risiko overselling meningkat

  • Laporan penjualan terpisah

  • Human error dalam input data

Masalah-masalah ini biasanya tidak terasa di awal. Tetapi sata volume transaksi naik, dampaknya bisa mengganggu reputasi toko.

Seller membutuhkan sistem yang tidak hanya membantu proses penjualan, tetapi juga mengontrol operasional secara menyeluruh. Inilah mengapa saat ini ERP omnichannel sangat dibutuhkan oleh seller.

BACA JUGA: Rekomendasi ERP Omnichannel Terbaik untuk Seller E-Commerce Shopee dan Tiktok Shop (2026)

Apa Itu ERP Omnichannel dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Cara kelola Shopee dan TikTok Shop dengan ERP omnichannel
Source: Freepik

ERP omnichannel adalah sistem yang mengintegrasikan berbagai channel penjualan dalam satu platform manajemen terpusat. Alih-alih membuka Shopee dan TikTok Shop secara terpisah, seluruh operasional bisnis lintas platform dapat masuk ke satu sistem. Cara kerjanya:

  • Marketplace diintegrasikan ke ERP omnichannel

  • Produk dan stok tersinkronisasi otomatis

  • Pesanan dari semua channel masuk ke dalam satu dashboard

  • Laporan penjualan digabungkan dalam satu sistem analitik

Dengan mekanisme ini, seller tidak perlu lagi melakukan update manual satu per satu. Lalu, apa yang menjadikan sistem ERP omnichannel ini penting untuk pertumbuhan bisnis?

Kenapa Seller Membutuhkan ERP Omnichannel untuk Bisnis Multichannel?

Mengelola banyak marketplace memang membuka peluang lebih besar. Tapi tanpa sistem yang tepat, berjualan di banyak marketplace justru bisa menjadi tantangan. Berikut alasan utama ERP dibutuhkan:

1. Mengurangi Risiko Overselling: sinkronisasi stok otomatis memastikan jumlah produk selalu akurat di semua channel penjualan.

2. Efisiensi Operasional: semua pesanan dikelola terpusat, sehingga tim tidak perlu login di banyak dashboard.

3. Pengambilan Keputusan Berbasis Data: laporan penjualan terintegrasi membantu seller melihat performa bisnis secara menyeluruh.

4. Skalabilitas Bisnis: ERP omnichannel memudahkan ekspansi ke marketplace baru dan membantu bisnis berkembang tanpa menghambat operasional yang sudah berjalan.

Rekomendasi ERP Omnichannel untuk Kelola Shopee dan TikTok Shop

Mengelola lebih dari satu marketplace besar seperti Shopee dan TikTok Shop secara bersamaan sering menjadi tantangan bagi seller. Tanpa sistem yang terintegrasi, risiko seperti stok tidak sinkron, pesanan terlewat, hingga kesalahan pengiriman bisa terjadi.

Cara paling efektif untuk kelola e-commerce, seperti Shopee dan TikTok lebih efisien adalah menggunakan sistem ERP omnichannel yang mampu mengintegrasikan seluruh operasional dalam satu dashboard.

Salah satu solusi yang banyak digunakan seller Asia Tenggara adalah BigSeller, sistem ERP e-commerce yang dirancang khusus untuk meningkatkan efisiensi kerja sekaligus membantu ekspansi bisnis ke berbagai channel penjualan.

BigSeller juga menyediakan paket berlangganan fleksibel yang dapat disesuaikan dengan skala bisnis, mulai dari seller pemula hingga yang sudah memiliki banyak marketplace dan gudang.

Fitur ERP Omnichannel untuk Optimalkan Bisnis E-Commerce

Secara umum, terdapat tiga modul utama BigSeller untuk mendukung pengelolaan operasional secara terintegrasi

📢 Modul Produk & Marketing BigSeller

Bagi seller yang ingin kelola berbagai marketplace, seperti Shopee dan TikTok Shop tanpa perlu upload manual satu per satu, modul ini menjadi salah satu alat penting.

Modul Produk & Marketing memungkinkan pengelolaan data produk dan promosi dalam satu sistem terpusat. Fitur utamanya meliputi:

1. Integrasi Multi-Channel: sinkronisasi dan distribusi data produk hanya dengan satu klik. Termasuk edit gambar online dan terjemahan multibahasa agar listing produk lebih efisien di setiap platform.

2. Manajemen Listing Terpusat: penjadwalan posting otomatis, sinkronisasi harga antar toko, serta pengaturan promosi yang lebih sistematis agar konsisten di semua channel penjualan.

3. Pengelolaan Campaign Massal: pembuatan dan pengaturan promosi lintas platform dalam satu alur kerja, sehingga lebih hemat waktu dan tenaga.

4. Monitoring Iklan Real-Time: integrasi data iklan untuk memantau performa, mengatur anggaran, serta mengoptimalkan biaya promosi berdasarkan data aktual.

Fitur Pengelolaan Iklan Shopee dan TikTok Shop Sistem Omnichannel BigSeller

[Contoh Fitur Pengelolaan Iklan Shopee dan TikTok Shop]

Dengan modul ini, seller dapat menjaga konsistensi harga dan strategi promosi saat kelola berbagai marketplace, seperti Shopee dan TikTok Shop secara bersamaan.

BACA JUGA: Apa itu Strategi Marketing? Panduan Lengkap untuk Bisnis di Era Modern

🎯 Modul Pesanan BigSeller

Saat seller mengelola banyak marketplace seperti Shopee, TikTok Shop, Lazada, Tokopedia, dan platform lain secara bersamaan, tantangan terbesar ada pada pemrosesan pesanan. Tanpa sistem terpusat, risiko pesanan terlewat, salah kirim, atau terlambat diproses akan semakin besar.

Modul Pesanan BigSeller berperan sebagai pusat distribusi dalam sistem ERP omnichannel. Modul ini mengintegrasikan pemrosesan order dari 16 lebih platform, termasuk toko offline, sehingga seller dapat mengelola banyak marketplace dalam satu dashboard terintegrasi.

Berikut empat fungsi utamanya:

1. Pemrosesan Pesanan Multi-Platform: pesanan dari berbagai marketplace diproses secara otomatis melalui dispatch cerdas dan deteksi anomali. Sistem fulfillment berjalan berdasarkan aturan yang dapat dikonfigurasi sesuai kebutuhan bisnis, sehingga lebih efisien dan minim kesalahan.

2. Kolaborasi Multi-Gudang & Operasi Berbasis Stok: mendukung alokasi pesanan otomatis, penguncian stok, serta pengaturan jadwal fleksibel antar berbagai jenis gudang, mulai dari gudang platform, internal, ataupun gudang impor luar negeri.

3. Tools Pesanan & Kontrol Risiko Overselling: tersedia template pesanan lengkap yang terintegrasi dengan prediksi profit, intersepsi risiko, pemantauan logistik, serta sistem peringatan dini.

Fitur Pesanan Indikator Peringatan Dini Sistem Omnichannel BigSeller

[Contoh Fitur Pesanan Indikator Peringatan Dini]

4. Layanan After-Sales & Retur Terpusat: proses retur di berbagai platform dapat ditangani dalam satu sistem, termasuk inbound barang, pembuatan refund otomatis, pencatatan biaya, dan pelacakan progres.

Dengan Modul Pesanan seller bisa kelola banyak marketplace, termasuk Shopee dan TikTok Shop tanpa khawatir order tercecer atau salah kirim, bahkan saat volume transaksi meningkat.

📦 Modul Inventory dan WMS (Warehouse Management System) BigSeller

Salah satu masalah paling umum saat mengelola banyak marketplace adalah stok tidak sinkron. Jika tidak dikelola dengan sistem real-time, risiko overselling dan pembatalan pesanan akan meningkat.

Modul Inventory dan WMS BigSeller dirancang untuk menyederhanakan manajemen gudang sekaligus memastikan proses fulfillment berjalan lebih akurat.

1. Modul Inventory: mengintegrasikan manajemen stok di berbagai platform dengan sinkronisasi otomatis dan real-time untuk mencegah overselling. Fitur utamanya meliputi sinkronisasi stok lintas marketplace, penguncian stok khusus campaign, rekomendasi pembelian ulang berbasis data, transfer stok antar gudang, sinkronisasi gudang pihak ketiga, manajemen batch & expired date, konversi multi-unit, pemisahan penyimpanan dan picking. Dengan sistem ini, seller dapat memastikan stok tetap akurat meskipun mengelola banyak marketplace secara bersamaan.

2. Modul WMS (Warehouse Management System): berfokus pada eksekusi pesanan di gudang melalui sistem wave picking dan perencanaan rute pengambilan barang secara cerdas. Fitur yang didukung, antara lain pengelompokan pesanan dalam wave, alokasi tugas otomatis, berbagai mode picking (termasuk picking & sorting bersamaan), pemindaian PDA, dan statistik efisiensi kerja gudang. Fitur ini membantu gudang menghadapi lonjakan pesanan saat high season, mengurangi risiko salah kirim, serta meningkatkan ketepatan waktu pengiriman.

Fitur WMS Pengelolaan Wave Picking Sistem Omnichannel BigSeller
[Contoh Fitur WMS Pengelolaan Wave Picking]

Siapa yang Cocok Menggunakan ERP Omnichannel?

ERP omnichannel cocok untuk:

  • Seller yang mengelola lebih satu marketplace

  • Bisnis dengan volume pesanan harian yang terus meningkat

  • Toko yang sering mengalami kendala stok tidak sinkron

  • Brand yang ingin membangun sistem operasional jangka panjang

Kesimpulan

Mengelola banyak marketplace seperti Shopee dan TikTok Shop secara bersamaan membutuhkan sistem terintegrasi agar stok, pesanan, dan pengiriman tetap sinkron. Memahami cara kelola Shopee dan TikTok Shop dengan ERP omnichannel membantu seller menyederhanakan operasional dalam satu dashboard terpusat.

Meski tidak menjanjikan kenaikan omzet secara instan, ERP berperan penting dalam membangun fondasi bisnis yang lebih rapi, efisien, dan siap berkembang. Bagi sebagian besar seller di Shopee, TikTok Shop, Lazada, Tokopedia, maupun platform lain di Asia Tenggara, strategi terbaik adalah mulai dengan tools e-commerce yang sudah stabil dan relevan dengan kebutuhan (Seperti BigSeller, Oracle, SAP, atau sistem manajemen pesanan lokal), lalu memastikan sistem benar-benar mampu untuk mengatasi permasalahan bisnis.

Ingin coba manfaat langsung dari sistem ERP omnichannel untuk e-commerce? Registrasi sekarang untuk jadwalkan demo produk dan raih kesempatan mencoba VIP selama 7 hari!

FAQ

1. Apa itu sistem ERP omnichannel?

Sistem ERP omnichannel adalah sistem yang mengintegrasikan pesanan, stok, gudang, dan laporan dari banyak marketplace hanya dengan satu dashboard terpusat.

2. Apa perbedaan ERP omnichannel dengan tools biasa?

Tools biasa hanya fokus pada satu fungsi, seperti sinkronisasi stok atau cetak resi. Tetapi, ERP omnichannel bisa mengintegrasikan seluruh operasional bisnis, mulai dari pesanan, inventory, gudang, data laporan, hingga after-sales dalam satu dashboard.

3. Kapan waktu yang tepat untuk menggunakan ERP omnichannel?

Saat volume pesanan meningkat, pengelolaan stok mulai kompleks, atau ketika operasional manual mulai menghambat pertumbuhan bisnis.

Via
Search Engine Optimization (SEO) Writer dengan pengalaman penulisan lebih dari 3 tahun. Via terbiasa mengubah ide menjadi konten untuk membantu UMKM hingga brand meningkatkan visibilitas digital melalui konten yang relevan, mudah dibaca, dan tepat sasaran agar performa penjualan online makin optimal.