5 Kategori Barang Impor dari China yang Paling Dicari Pasar Indonesia
Via 26 Feb 2026 07:28Copy link & title
1. Barang Impor Elektronik & Aksesoris Gadget

Source: Freepik
Barang elektronik konsumen dari China masih menjadi yang paling dominan di pasar Indonesia. Mulai dari smartphone, laptop, tablet, earphone, powerbank, hingga smartwatch. Semua produk ini menguasai rak-rak toko online maupun offline di seluruh Indonesia. Menurut data BPS, impor smartphone dari China saja mencapai US$1,95 miliar pada tahun 2023, setara dengan 3,14% dari total ekspor China ke Indonesia.

Merek-merek China seperti Xiaomi, Oppo, dan Realme berhasil menaklukkan pasar dengan kombinasi harga kompetitif dan fitur teknologi mutakhir, mulai dari kamera berbasis AI hingga layar AMOLED. Tren WFH (Work From Home) dan pertumbuhan industri gaming semakin mendorong permintaan terhadap aksesori digital seperti mouse gaming, keyboard mekanik, dan headset.
Bagi pelaku bisnis e-commerce, kategori ini menawarkan margin yang menarik karena volume penjualan yang tinggi dan loyalitas konsumen terhadap merek China yang terus meningkat.
BACA JUGA: Mau Jual Barang Impor? Ini Dia Cara Impor Barang dari China, Legal dan Aman!
2. Barang Impor Peralatan Rumah Tangga & Dapur

Source: Freepik
Yang kedua tak kalah penting adalah barang impor peralatan rumah tangga dan dapur dari China. Produk seperti air fryer, slow cooker, rice cooker pintar, vacuum robot, blender portabel, dan lampu LED pintar terus memenuhi permintaan pasar Indonesia yang semakin melek teknologi rumahan. Tren smart home berbasis IoT menjadi pendorong utama pertumbuhan kategori ini di tahun 2025.
Barang dan produk China di kategori ini adalah kemampuan menghadirkan teknologi tinggi dengan harga yang terjangkau. Konsumen rumah tangga Indonesia, terutama keluarga muda di perkotaan, sangat menyambut peralatan fungsional yang tidak menguras kantong.
Selain peralatan besar, produk dekorasi kecil seperti lampu hias, keramik dapur, dan rak serbaguna juga banyak dicari. Urbanisasi yang terus meningkat dan tren hunian minimalis menjadikan kategori ini sebagai salah satu yang paling stabil untuk bisnis impor jangka panjang.
3. Barang Impor Fashion & Aksesoris (Non-Tekstil & Tekstil Tertentu)

Source: Freepik
Lebih dari 40% impor tekstil Indonesia berasal dari China, menjadikan kategori barang impor fashion sebagai salah satu pilar terbesar dalam ekosistem perdagangan kedua negara. Pakaian kasual, jaket, kaus model oversized, streetwear, hingga busana ramah lingkungan terus diproduksi massal di China dengan biaya produksi yang efisien. Hasilnya, importir Indonesia dapat menawarkan harga eceran yang kompetitif sekaligus meraih margin keuntungan yang layak.
Tak hanya pakaian, aksesoris fashion seperti jam tangan, kacamata, tas, dan perhiasan imitasi (fashion jewelry) juga sangat laris. Platform marketplace lokal seperti Tokopedia, Shopee, dan Lazada dipenuhi oleh produk fashion asal China, yang mencerminkan tingginya permintaan konsumen terhadap pilihan gaya yang beragam dan harga yang bersahabat.
Tren 2025 menunjukkan bahwa konsumen semakin menyukai produk dengan desain yang mengadopsi gaya Korea, Jepang, atau streetwear Eropa. Semua varian tersebut tersedia melimpah di pasar grosir China. Bagi pebisnis e-commerce yang ingin scale-up, kategori fashion adalah salah satu yang paling cepat berputar (fast-moving) dan fleksibel dalam hal pembaruan stok.
BACA JUGA: Cara Kelola Shopee dan Tiktok Shop E-Commerce Lebih Efisien dengan ERP Omnichannel
4. Barang Impor Produk Kecantikan & Personal Care

Source: Freepik
Industri kecantikan Indonesia sedang dalam fase pertumbuhan yang luar biasa, dan produk kecantikan dari China turut ambil bagian besar di dalamnya. Kategori barang impor ini mencakup skincare dengan bahan aktif (seperti asam hialuronat dan kolagen), kosmetik warna (lipstik, lip tint, eyeshadow), alat kecantikan elektrik (face roller, pembersih wajah, lampu LED terapi kulit), hingga produk perawatan rambut dan suplemen kesehatan seperti minuman kolagen dan vitamin.
Produk Brand Kosmetik di China menarik perhatian konsumen Indonesia, khususnya generasi muda, karena menawarkan kualitas yang terus meningkat dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibanding merek Eropa atau Amerika.
Banyak importir kecil bahkan mengimpor langsung melalui platform B2C China seperti Taobao dan Alibaba untuk kemudian dijual kembali melalui media sosial dan marketplace lokal. Tren "beauty-commerce" yang memanfaatkan konten TikTok dan Instagram menjadi saluran distribusi yang efektif untuk kategori ini. Bagi pebisnis yang serius membangun brand di sektor kecantikan, memiliki rantai pasokan yang andal dari China adalah fondasi yang wajib dibangun sejak awal.
5. Barang Impor Mainan, Hobi, dan Produk Lifestyle

Source: Freepik
Barang impor segmen mainan, hobi, dan produk lifestyle semakin relevan dengan pasar Indonesia. Produk seperti balok susun edukatif, action figure, mainan sensori, robot pintar, sepeda lipat, alat fitness kompak, perlengkapan outdoor (hiking, memancing), hingga craft kits dan alat lukis. Semuanya berasal dari China dengan harga yang sangat kompetitif.
Pasar mainan Indonesia diprediksi terus tumbuh positif, terutama menjelang musim liburan akhir tahun. Mainan China kini semakin memperhatikan standar keamanan internasional, dengan material yang bebas toksin dan desain yang menstimulasi kreativitas anak. Di sisi hobi dan lifestyle, komunitas kolektor action figure dan penggemar outdoor semakin aktif mengimpor langsung dari pasar grosir China. Harga yang bisa 30–50% lebih murah dibanding produk serupa dari Eropa atau Amerika membuat kategori ini memiliki margin penjualan yang sangat menarik. Produk-produk viral, seperti mainan sensori atau gadget lifestyle terbaru juga memiliki siklus penjualan yang tinggi jika dikelola dengan strategi yang tepat.
BACA JUGA: Deretan Bisnis Paling Cuan untuk Hari Raya Imlek 2026
Memilih Kategori Barang Impor yang Tepat Jadi Kunci Bisnis Impor yang Aman
Memahami tren pasar hanyalah satu sisi dari persamaan bisnis impor yang sukses. Sisi lainnya adalah kemampuan memilih kategori yang tepat sesuai dengan kapasitas modal, target pasar, dan kapabilitas logistik Anda. Tidak semua barang impor dari China cocok untuk semua jenis bisnis. Setiap kategori memiliki dinamika persaingan, regulasi, dan siklus permintaan yang berbeda.
Beberapa faktor yang perlu Anda pertimbangkan saat memilih kategori barang impor antara lain: regulasi BPOM dan SNI untuk produk kesehatan dan makanan, sertifikasi keamanan untuk mainan dan elektronik, serta bea masuk dan pajak yang berlaku untuk setiap HS Code. Selain itu, pastikan Anda bekerja sama dengan mitra logistik dan rantai pasokan yang berpengalaman agar proses pengadaan, pengiriman, dan bea cukai berjalan lancar.
Di sinilah peran AsiaCommerce menjadi krusial. AsiaCommerce adalah perusahaan cross-border supply chain yang membantu bisnis Anda dalam pengadaan, pembelian, distribusi, dan pemenuhan pesanan dari China ke Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Singapura. Dengan sistem yang sudah teruji dan tim yang berpengalaman, AsiaCommerce hadir sebagai mitra strategis untuk bisnis impor Anda yang sedang berkembang.
Konsultasikan Bisnis Impor Anda Sekarang
Apakah Anda sedang merintis bisnis impor atau siap membawa bisnis e-commerce Anda ke level berikutnya? Jangan tunda lagi. Yuk, hubungi tim AsiaCommerce sekarang untuk mendapatkan konsultasi gratis seputar strategi impor, pemilihan supplier, dan solusi logistik yang sesuai dengan skala bisnis Anda.
👉 Konsultasi Gratis di AsiaCommerce.id
FAQ
1. Apa saja barang impor dari China yang paling laris di Indonesia?
Lima kategori barang impor dari China yang paling banyak dicari pasar Indonesia meliputi: elektronik & gadget, peralatan rumah tangga & dapur, fashion & aksesoris, produk kecantikan & personal care, serta mainan, hobi, dan produk lifestyle. Setiap kategori memiliki potensi pasar yang besar dengan margin keuntungan yang kompetitif.
2. Berapa lama proses pengiriman barang impor dari China ke Indonesia?
Estimasi waktu pengiriman bergantung pada moda transportasi yang dipilih. Pengiriman via udara umumnya memakan waktu 3–7 hari kerja, sedangkan pengiriman via laut berkisar antara 2–4 minggu tergantung rute dan pelabuhan tujuan.
3. Bagaimana cara memulai bisnis impor barang dari China untuk pemula?
Langkah awal yang disarankan adalah: menentukan kategori produk, riset pasar dan kompetitor, menemukan supplier terpercaya di China (melalui platform seperti Alibaba atau 1688), memahami regulasi impor dan dokumen yang diperlukan, lalu bermitra dengan jasa impor atau freight forwarder yang berpengalaman. Anda juga bisa membaca panduan teknis di BigSeller untuk referensi tambahan.
*Artikel ini merupakan hasil kerjasama antara Big Seller dan AsiaCommerce


![[Balikpapan 2026] Kumpul Keluarga Tokopedia & TikTok Shop x BigSeller Indonesia](https://res.bigseller.pro/album/321/20260213012656-e77c99735471c0383cce964adbe10591.png)
