Blog > Strategi Penjualan > Endorsement dalam Bisnis: Pengertian, Keuntungan, hingga Strategi Memaksimalkannya

Endorsement dalam Bisnis: Pengertian, Keuntungan, hingga Strategi Memaksimalkannya

Via 23 Feb 2026 03:32Copy link & title

Perkembangan promosi digital dalam beberapa tahun terakhir mengalami perubahan. Jika dulu brand mengandalkan iklan televisi atau billboard, kini media sosial menjadi salah satu platform utama untuk membangun awareness dan meningkatkan penjualan melalui endorsement. Adanya influencer dengan audiens atau followers yang loyal membuat pola komunikasi brand menjadi lebih personal dan relevan.

Endorsement dalam bisnis menjadi strategi yang banyak dipilih bisnis, baik skala UMKM hingga brand besar. Namun, agar efektif, endorsement tidak bisa dilakukan tanpa strategi. Oleh karenanya, penting untuk pelaku bisnis memahami konsep, keuntungan, risiko, hingga strategi yang tepat sebelum menjalankannya.

Ringkasan
Endorsement adalah strategi promosi berbasis kepercayaan. Brand memanfaatkan pengaruh figur publik untuk membangun kredibilitas dan minat beli.
Keberhasilan endorsement tidak hanya soal followers. Relevansi audiens, engagement rate, dan kesesuaian brand jauh lebih penting daripada jumlah pengikut semata
Operasional yang siap menentukan hasil campaign. Stok, pengelolaan pesanan, dan sistem penjualan harus stabil agar lonjakan order dapat ditangani dengan baik.

Apa Itu Endorsement Marketing?

Endorsement dalam bisnis

Source: Freepik

Endorsement marketing adalah strategi promosi di mana brand atau bisnis melakukan kolaborasi dengan publik figur, influencer, atau tokoh tertentu untuk merekomendasikan produk atau layanan kepada audiens mereka. Tujuannya untuk memanfaatkan trust dan pengaruh figur tersebut untuk meningkatkan minat dan keputusan pembelian.

Biasanya, endorsement dilakukan melalui media sosial, seperti Instagram, TikTok, X, YouTube, hingga channel lainnya. Berbeda dengan iklan konvensional yang bersifat satu arah dan cenderung formal, endorsement cenderung lebih natural dan terasa seperti rekomendasi pribadi. Audiens biasanya lebih mudah menerima promosi dalam bentuk review, pengalaman penggunaan, atau storytelling dibandingkan iklan hard selling.

BACA JUGA: Strategi Bisnis: Pengertian, Contoh Efektif, hingga Manfaatnya

Jenis-jenis Endorsement dalam Bisnis

Terdapat beberapa jenis endorsement dalam bisnis yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis, antara lain:

1. Selebriti

Selebriti adalah figur publik yang memiliki tingkat popularitas tinggi dengan jangkauan audiens yang sangat luas. Biasanya berasal dari dunia hiburan, olahraga, atau publik figur nasional. Endorsement melalui selebriti efektif untuk meningkatkan brand awareness secara cepat karena eksposurnya besar, tetapi umumnya memerlukan anggaran yang lebih tinggi.

2. Influencer

Influencer adalah content creator yang aktif di media sosial dan memiliki audiens dengan minat atau niche spesifik, seperti beauty, fashion, teknologi, edukasi, kuliner, travelling, hingga parenting. Biasanya, terdapat beberapa tier atau kategori tergantung dari jumlah pengikut yang dimiliki, mulai dari nano, micro, macro, hingga mega influencer. Keunggulan influencer terletak pada kemampuan menyampaikan promosi secara lebih trust dan relatable.

3. Community Influencer

Community influencer adalah kreator yang berasal dan dikenal dari komunitas tertentu. Biasanya jumlah pengikut tidak sebesar selebriti atau macro influencer, tetapi mereka memiliki hubungan yang lebih personal dan interaksi yang aktif dengan audiensnya. Strategi endorsement melalui community influencer sangat efektif untuk menjangkau pasar niche dan membangun loyalitas pelanggan secara bertahap.

4. KOL (Key Opinion Leader)

KOL atau Key Opinion Leader adalah individu yang ahli dan memiliki kredibilitas profesional di bidang tertentu. Berbeda dari influencer yang fokus pada konten dan engagement, KOL lebih mengandalkan reputasinya untuk memberikan rekomendasi. Endorsement melalui KOL cocok untuk produk yang membutuhkan edukasi, validasi, atau tingkat kepercayaan tinggi.

Keuntungan Endorsement untuk Bisnis

Keuntungan endorsement untuk bisnis
Source: Freepik

Sebelum menjalankan campaign dan memutuskan melakukan endorsement, penting untuk memahami manfaat yang bisa diperoleh. Dengan strategi yang tepat, endorsement bisa memberikan dampak positif untuk brand. Berikut beberapa contoh keuntungannya:

1. Biaya Promosi Lebih Fleksibel: dibandingkan iklan skala besar, endorsement dalam bisnis menawarkan variasi biaya yang bisa disesuaikan, terutama jika bekerja sama dengan beberapa tier influencer.

2. Menjangkau Audiens yang Spesifik: influencer biasanya memiliki niche tertentu, sehingga brand bisa lebih menjangkau audiens yang lebih relevan dan potensial.

3. Meningkatkan Kepercayaan Pelanggan: rekomendasi dari figur yang dipercaya audiens dapat meningkatkan persepsi positif terhadap produk dan brand.

4. Meningkatkan Brand Awareness: biasanya, campaign dengan endorsement dijalankan dengan kolaborasi bersama beberapa figur dan tidak jarang konten yang dibuat bisa viral, sehingga dapat meningkatkan exposure brand dalam waktu yang cepat.

5. Memperkuat Citra & Kredibilitas Brand: kolaborasi dengan figur yang tepat bisa membantu memperkuat positioning dan citra brand di pasar.

6. Membuka Peluang Kolaborasi & Ekspansi: endorsement sering menjadi pintu masuk kerja sama jangka panjang atau peluang bisnis lainnya.

BACA JUGA: 6 Langkah Riset Iklan Digital dan Solusi yang Tepat!

Risiko dan Tantangan Endorsement bagi Bisnis

Meski terlihat menjanjikan, endorsement dalam bisnis tetap punya tantangan dan risiko. Tanpa perencanaan dan strategi yang matang, campaign bisa saja tidak memberikan hasil yang optimal. Berikut beberapa risiko yang umum terjadi:

1. Dampak Penjualan Tidak Instan: tidak semua endorsement langsung menghasilkan lonjakan penjualan, terkadang efeknya lebih ke awareness daripada konversi.

2. Tingkat Kepercayaan Audiens Berbeda-beda: tidak semua followers benar-benar aktif atau loyal, ada kemungkinan engagement tinggi tetapi konversi rendah.

3. Popularitas Influencer yang Dinamis: tren media sosial biasanya berubah cepat, influencer yang populer hari ini belum tentu relevan di bulan berikutnya atau masa mendatang.

4. Risiko Reputasi Brand: ketika influencer terlibat kasus atau kontroversi, citra brand bisa ikut terdampak jika tidak segera ditangani.

5. Kendala Teknis Produksi Konten: masalah teknis seperti keterlambatan upload, kualitas konten tidak sesuai brief, atau miskomunikasi bisa memengaruhi hasil campaign.

Strategi Endorsement yang Efektif untuk Bisnis

Strategi endorsement dalam bisnis benar-benar berjalan efektif dan bisa memberikan dampak positif bagi brand jika didukung dengan strategi yang tepat. Lalu, apa saja strategi endorsement yang efektif untuk bisnis?

1. Pastikan Audiens Influencer Relevan: periksa demografi followers seperti usia, lokasi, dan minat agar sesuai dengan target market.

2. Sesuaikan dengan Identitas Brand: pilih influencer yang nilai dan gaya komunikasinya sesuai dengan brand image.

3. Analisis Engagement Rate: jumlah followers bukan satu-satunya indikator, perlu analisis engagement rate untuk mengetahui seberapa aktif audiens berinteraksi dengan konten influencer.

4. Sesuaikan Anggaran dengan Objektif Campaign: tentukan apakah fokusnya untuk awareness, traffic, atau konversi penjualan.

5. Rencanakan Konten & Buat Timeline yang Jelas: brief yang detail, timeline terstruktur, dan konsep konten yang jelas bisa membantu proses produksi konten lebih optimal.

6. Pastikan Kesiapan Operasional Bisnis: jangan sampai campaign sukses, tetapi stok habis atau order tidak tertangani, salah satu solusinya adalah dengan memanfaatkan sistem omnichannel.

Optimalkan Campaign dengan Sistem Omnichannel

Jika bisnis menjalankan penjualan di berbagai marketplace, penting untuk memastikan stok dan pesanan tetap sinkron selama campaign berlangsung. Dengan Fitur Pesanan dari omnichannel BigSeller, penjualan dapat terpantau secara real-time, mencegah overselling, dan mempermudah pengelolaan purna jual.

Fitur Pesanan Sistem Omnichannel BigSeller
[Contoh Fitur Pesanan Sistem Omnichannel]

BACA JUGA: Cara Kelola Shopee dan Tiktok Shop E-Commerce Lebih Efisien dengan ERP Omnichannel

Endorsement dalam bisnis adalah strategi promosi yang efektif di era digital, terutama jika dilakukan dengan perencanaan dan strategi yang matang. Agar endorsement benar-benar memberikan dampak positif bagi bisnis, pilih influencer yang relevan, tentukan tujuan campaign dengan jelas, siapkan operasional dan stok, serta lakukan evaluasi hasil berdasarkan data.

Mau dapatkan informasi menarik lainnya? Kunjungi website BigSeller Indonesia dan dapatkan informasi menarik seputar strategi, tips hingga cara berbisnis online. Di sini, Anda juga dapat melihat apa saja fitur menarik dari BigSeller mulai dari mengelola pesanan otomatis, scrape product hingga fitur lainnya yang dapat menguntungkan para seller setiap harinya! Jadi, tunggu apalagi? Pakai BigSeller dan registrasi sekarang untuk raih kesempatan untuk mendapatkan VIP selama 7 hari!

FAQ

1. Apakah endorsement selalu meningkatkan penjualan?

Tidak selalu, endorsement bisa berdampak pada awareness terlebih dahulu sebelum akhirnya meningkatkan konversi.

2. Siapa yang cocok menggunakan strategi endorsement?

Strategi endorsement cocok untuk bisnis online yang ingin meningkatkan brand awareness, UMKM yang ingin memperluas jangkauan pasar, hingga brand yang sedang launching produk baru.

3. Kapan waktu terbaik melakukan endorsement?

Saat launching produk baru, promo besar, atau ketika ingin meningkatkan brand awareness.

Via
Search Engine Optimization (SEO) Writer dengan pengalaman penulisan lebih dari 3 tahun. Via terbiasa mengubah ide menjadi konten untuk membantu UMKM hingga brand meningkatkan visibilitas digital melalui konten yang relevan, mudah dibaca, dan tepat sasaran agar performa penjualan online makin optimal.