Strategi Grace and Glow Tingkatkan Skala Bisnis Hingga 3x Lipat dengan Omnichannel BigSeller
Via 27 Feb 2026 06:55Copy link & title
Pertumbuhan industri body care dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang semakin positif. Produk perawatan tubuh kini bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern. Di tengah pertumbuhan yang kompetitif, Grace and Glow muncul sebagai salah satu brand yang berkembang pesat di kategori body care dan hair care.
Dalam kurun waktu hampir 6 tahun, Grace and Glow berhasil memperkuat posisinya sebagai brand body care dengan pertumbuhan order yang signifikan hingga 3x lipat dalam berbagai channel penjualan. Lalu, bagaimana strategi Grace and Glow tingkatkan skala bisnisnya? Berikut pembahasannya.
Ekspansi Pasar dan Strategi Multi-Channel Grace and Glow

Source: Grace and Glow
Berdiri sejak 2020 di bawah naungan PT Good Sale Tech (PT Goodtech), Grace and Glow hadir ketika pasar industri serupa belum terlalu padat pemain. Fokus pada kategori body care dan hair care, brand ini menyasar konsumen remaja hingga dewasa dengan pesanan harian berada di kisaran 5000 – 7000 order.
Tidak hanya fokus di pasar domestik, Grace and Glow juga memperluas distribusinya ke beberapa negara Asia, seperti Filipina, Malaysia, dan Singapura. Di sisi channel penjualan, Grace and Glow aktif mengelola berbagai marketplace, seperti TikTok Shop, Shopee, Tokopedia, dan Lazada. Strategi manajemen multi marketplace ini menjadi kunci utama pertumbuhan bisnis body care online mereka.

Di sisi lain, peningkatan order, bertambahnya channel penjualan, serta semakin banyaknya SKU yang dikelola memunculkan tantangan baru bagi operasional Grace and Glow. Pada fase awal perkembangan bisnisnya, Grace and Glow mengelola marketplace secara terpisah. Mulai dari pengelolaan stok, sinkronisasi data yang belum real-time, hingga prioritas pesanan yang harus diatur satu per satu di dashboard marketplace yang berbeda.
Ketika memasuki periode campaign besar, seperti Ramadhan, Harbolnas, atau promo besar marketplace, lonjakan order bisa meningkat hingga 200%. Tanpa sistem terintegrasi, risiko overselling, keterlambatan pengiriman, hingga penurunan performa toko menjadi semakin besar.
BACA JUGA: 5+ Dampak Overselling dan Strategi Pencegahannya untuk Bisnis!
Transformasi Operasional: Dari Manual ke Sistem Terintegrasi
Melihat kompleksitas tersebut, sejak akhir 2020 Grace and Glow mulai menggunakan sistem omnichannel BigSeller untuk mengintegrasikan pengelolaan produk, stok, dan pesanan dalam satu dashboard terpusat. Tujuannya untuk memastikan pertumbuhan order tidak mengorbankan stabilitas operasional.
Pada tahap awal implementasi, Grace and Glow memanfaatkan fitur manajemen order dan inventory untuk memastikan seluruh stok tersinkronisasi secara real-time di berbagai marketplace. Seiring perkembangan bisnis, penggunaan sistem diperluas hingga mencakup pengelolaan warehouse, pemantauan SLA, serta tracking inbound dan outbound inventory.

Melalui satu dashboard terintegrasi, tim kini berhasil:
-
Sinkronisasi stok real-time → Minim risiko overselling antar marketplace
-
Manajemen order terpusat → Prioritas pesanan otomatis berdasarkan SLA & expired time
-
Kelola multi-store tanpa login terpisah → Efisiensi waktu dan tenaga admin
-
Monitoring inbound & outbound inventory → Pergerakan stok lebih terkontrol
-
Sistem scan & check di warehouse → Human error turun hingga >50%
Dampak Implementasi Omnichannel BigSeller terhadap Performa Operasional dan Lonjakan Order
Grace and Glow saat ini sudah menggunakan hampir seluruh fitur sistem omnichannel BigSeller, mulai dari order, produk, inventory, hingga reporting. Dampak yang dirasakan secara nyata antara lain:
-
FDR meningkat dari 86–90% ke 99%+ → SLA lebih terkontrol, rating toko stabil di 4.8–5.0
-
Lonjakan Order 2–3x Lipat → Dari 5.000 – 7.000 order/hari menjadi 15.000+ per hari, bahkan >20.000 saat campaign
-
Campaign tetap on track tanpa violation → Sorting berdasarkan expired time menjaga performa saat event besar
-
Inventory real-time & terpusat → Inbound, outbound, sales, dan cancellation terpantau dalam satu dashboard
-
Efisiensi operasional naik 2–3x lipat → Hampir 90% fitur dimaksimalkan, alur warehouse lebih terstruktur
-
Penataan alur warehouse lebih terstruktur → Alur operasional ditata ulang mulai dari cetak pesanan, picking + double check, packing, hingga area handover kurir agar lebih terstruktur dan siap menangani puluhan ribu order per hari
-
Human error turun >50% → Implementasi sistem scan & check menggantikan pengecekan manual SKU, menekan human error hingga >50% sebelum masuk tahap packing
BACA JUGA: Dari Operasional Manual ke Terintegrasi: Kisah Brand Angola dan Focat Menggunakan BigSeller
Fitur Penting yang Mendukung Operasional Harian Grace and Glow
Dalam operasional sehari-hari, tim Grace and Glow memanfaatkan beberapa fitur utama untuk memastikan seluruh alur bisnis berjalan efisien, terutama dengan volume pesanan puluhan ribu per hari.
Berikut beberapa fitur yang digunakan sehari-hari oleh tim Grace and Glow:
1. Order Management → Kontrol SLA & Alur Warehouse Lebih Terarah
Digunakan mulai dari pesanan baru hingga proses return, seluruh alur order terhubung langsung dengan tim warehouse. Fitur ini membantu memprioritaskan pesanan berdasarkan SLA dan preparation time sehingga pengiriman tetap on track.

[Contoh Fitur Order Management]
2. Product Management → Maintain Produk & Promo dalam Satu Dashboard
Tim dapat mengecek produk live, stok di etalase masing-masing marketplace, hingga memantau promo tanpa perlu login ke seller center satu per satu. Cukup berpindah menu dalam satu dashboard, seluruh informasi langsung tampil dan memudahkan maintain store.

[Contoh Fitur Product Management]
3. Inventory Management → Tracking Stok Lebih Presisi & Terpusat
Mulai dari inbound, outbound, hingga pre-order, seluruh pergerakan stok tercatat dan terpantau. Hal ini membantu menjaga ketersediaan produk tetap on track sekaligus meminimalkan risiko stock out atau selisih data.

[Contoh Fitur Inventory Management]
Kesimpulan
Dengan skala bisnis yang terus berkembang, proses manual sudah tidak lagi relevan bagi Grace and Glow. Penggunaan sistem omnichannel seperti BigSeller membantu menyederhanakan proses operasional harian. Mulai dari manajemen order, produk, pengelolaan multi-store dalam satu dashboard, hingga inventory dan warehouse. Seluruh alur dapat terintegrasi dalam satu sistem sehingga tim dapat lebih fokus pada strategi pertumbuhan dan pengembangan brand.
Hasilnya, efisiensi meningkat hingga 2–3x lipat dengan performa toko konsisten di atas 99% FDR tanpa mengorbankan SLA maupun pengalaman pelanggan. Ingin mengoptimalkan operasional bisnis dengan sistem yang lebih terstruktur seperti Grace and Glow? Registrasi sekarang dan nikmati akses VIP BigSeller selama 7 hari untuk merasakan langsung kemudahannya.
FAQ
1. Bagaimana sistem omnichannel membantu meningkatkan FDR hingga 99%?
Sistem omnichannel memprioritaskan pesanan berdasarkan SLA dan expired time secara otomatis. Dengan alur picking dan packing yang terstruktur, Fulfillment & Delivery Rate (FDR) dapat meningkat dari kisaran 86–90% menjadi konsisten di atas 99%, sekaligus menjaga rating toko di angka 4.8–5.0.
2. Mengapa manajemen multi-channel penting untuk brand?
Brand biasanya menjual di beberapa channel penjualan sekaligus, seperti marketplace, website, hingga toko offline. Tanpa sistem terintegrasi, risiko overselling, keterlambatan kirim, dan human error akan meningkat. Manajemen multi-channel memungkinkan sinkronisasi stok marketplace secara real-time serta kontrol performa toko dalam satu dashboard.
3. Bagaimana strategi optimasi warehouse dengan omnichannel untuk mendukung pertumbuhan brand?
Optimasi warehouse dilakukan dengan pembagian zona inventory (fast moving & slow moving), sistem picking terstruktur, serta scan & check sebelum packing. Strategi ini membantu meningkatkan efisiensi operasional hingga 2–3x lipat dan menekan human error lebih dari 50%.


