Blog>Produk Pilihan>Brand Fashion Top TikTok Shop: Perjalanan ECOCHIC

Brand Fashion Top TikTok Shop: Perjalanan ECOCHIC

Budiman26 Mei 2026 08:28Copy link & title

Kisah ECOCHIC berawal dari niat sederhana: menciptakan pakaian yang setia pada estetika diri sendiri sekaligus bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Di tengah tren "fashion ramah lingkungan" yang kerap dijadikan gimmick pemasaran semata, co-founder Quỳnh Trần dan Đoan Trần memilih cara yang paling membumi — turun langsung ke lapangan. Ia rela menempuh ribuan kilometer hanya untuk mengganti pemasok karena tekstur kainnya kurang lembut; rela berdiri di pabrik mengawasi pekerja mengulang jahitan demi satu garis jahit yang miring.

Kegigihan "pantang menyerah" ini membuat ECOCHIC perlahan dikenal dari mulut ke mulut di kalangan konsumen. Tanpa iklan yang gencar, namun pembeli yang sudah pernah merasakan tidak hanya kembali membeli, tapi juga menyebarkannya di media sosial: "Baju mereka nyaman dipakai, dan kamu benar-benar bisa merasakan, mereka sangat serius."

Memasuki akhir 2024, ECOCHIC telah diam-diam tumbuh menjadi "saham potensial" di TikTok Shop yang belum banyak disadari orang. Tagar #ecochic, tanpa terasa, sudah menembus 200 juta penayangan.

Namun trafik bagaikan pedang bermata dua. Ia bisa membawa brand ke puncak, tapi juga bisa menghancurkan sistem operasional yang rapuh.

I. Sinkronisasi Stok: Ucapkan Selamat Tinggal pada Oversell dan Kehabisan Stok

"Masalah banjir pesanan" yang pernah dialami ECOCHIC adalah hal yang hampir semua seller pernah rasakan. Yang paling ditakuti bukan banyaknya pesanan, tapi "kehabisan stok" — bukan karena benar-benar tidak ada barang, tapi karena data stok belum diperbarui.

TikTok Shop menampilkan stok tersedia, pelanggan sudah checkout, tapi barang tidak ditemukan di gudang. Pesanan terpaksa dibatalkan, platform memberikan penalti, dan pelanggan pun pergi.

"Kami pernah mencoba sinkronisasi manual pakai tabel Excel, tapi dengan tiga platform dan ratusan SKU, tidak ada waktu untuk memperbarui semuanya," ujar penanggung jawab operasional Đoan Trần.

Masalah pertama yang diselesaikan oleh BigSeller adalah ini! Melalui fitur sinkronisasi stok multi-platform BigSeller:

  • Sinkronisasi real-time multi-platform: Satu kali otorisasi menghubungkan semua toko; pesanan masuk otomatis memotong stok, data diperbarui secara real-time tanpa perlu intervensi manual.
  • Kontrol stok cerdas: Stok diperbarui dalam hitungan detik, mencegah oversell dan kehabisan stok; mendukung peringatan stok aman agar pengisian ulang lebih tepat waktu.
  • Manajemen multi-gudang terpusat: Mengelola data gudang di berbagai lokasi secara terpusat, secara otomatis mencocokkan gudang terbaik untuk pengiriman — efisiensi lebih tinggi, biaya lebih rendah.

II. Otomatisasi Pesanan: Membuat Efisiensi Mengimbangi Pertumbuhan

Setelah masalah stok teratasi, titik masalah berikutnya pun muncul: efisiensi pemrosesan pesanan.

Gudang ECOCHIC dulu bagaikan pertunjukan kacau tanpa latihan: cetak pesanan, cari barang, kemas — semua manual. Saat pesanan sedikit masih bisa dihandle, begitu masuk 11.11 atau 12.12, seluruh tim turun pun tetap kewalahan. Kekacauan membawa kesalahan yang terus bermunculan.



Manajer operasional ECOCHIC segera menyadari bahwa menambah tenaga manusia bukan solusinya; volume pesanan hanya akan terus bertambah, sementara tim tidak bisa terus terkurung di gudang.

Alur otomatisasi pesanan BigSeller mengubah segalanya secara menyeluruh:

  • Pemrosesan pesanan otomatis: Sistem secara otomatis menyelesaikan penerimaan, klasifikasi, dan penugasan gudang untuk setiap pesanan, tanpa perlu campur tangan manusia.
  • Cetak label massal: Mendukung cetak label pengiriman dari beberapa platform sekaligus secara massal, meningkatkan efisiensi pengiriman.
  • Integrasi logistik mulus: Setelah pemrosesan pesanan selesai, secara otomatis diserahkan ke logistik; seluruh proses berjalan dalam sistem tertutup (closed-loop), tingkat kesalahan nol.

III. WMS Manajemen Gudang: Membuat Gudang Transparan dan Terkontrol

Kategori pakaian memiliki tantangan alami: banyak SKU, banyak warna, banyak ukuran. Model yang sama, ukuran S, M, L tiga pilihan, warna abu-abu, hijau, krem tiga pilihan — kombinasinya saja bisa menghasilkan puluhan SKU.

Barang disimpan di mana? Barang mana yang hampir habis? Barang mana yang tertumpuk di dalam dan tidak bisa keluar? Dulu semua bergantung pada "otak" dan "pengalaman" petugas gudang. Dan begitu petugas gudang resign, penggantinya kebingungan menghadapi gudang itu.

WMS manajemen gudang BigSeller membuat gudang untuk pertama kalinya menjadi "transparan":

  • Penerimaan dan penempatan barang cerdas: Scan barcode otomatis mencatat lokasi penyimpanan barang; karyawan baru pun bisa langsung menemukan pakaian mana saja dalam hitungan detik.
  • Panduan picking dengan PDA: Sistem merencanakan jalur pengambilan barang yang paling optimal; petugas mengikuti panduan, efisiensi berlipat ganda, salah kirim nol.
  • Stock opname real-time: Scan sekali dengan PDA, catatan dan fisik barang langsung dibandingkan secara otomatis; waktu stock opname berkurang dari seharian penuh menjadi dua jam.

Namun yang lebih membahagiakan tim dibanding operasional digital, adalah perubahan lainnya:

Menurut umpan balik tim ECOCHIC, setelah optimisasi alur operasional selesai, efisiensi keseluruhan meningkat secara signifikan: waktu pemrosesan pesanan berkurang sekitar 50%, efisiensi operasional saat Mega Sale meningkat hingga 3 kali lipat dibanding sebelumnya, sementara tingkat salah kirim dan pembatalan pesanan juga berhasil dikendalikan secara efektif.

Bersamaan dengan itu, performa bisnis juga mengalami pertumbuhan yang kuat. Di antaranya, penjualan kanal TikTok Shop telah melampaui ratusan miliar Dong Vietnam, tumbuh lebih dari 80% secara year-on-year; platform Shopee juga mempertahankan tren kenaikan yang stabil dengan pertumbuhan keseluruhan lebih dari 50%.




 

Inilah mungkin nilai sesungguhnya dari operasional sistematis menggunakan BigSeller — bukan membantu Anda menjual satu pesanan lebih banyak, melainkan membuat Anda tetap bisa tidur nyenyak bahkan saat sedang kebanjiran pesanan.

ad-img

Dalam kisah ECOCHIC, tidak ada keajaiban yang meledak dalam semalam.

Yang ada hanyalah sebuah brand, yang dengan semangat pantang menyerah membuat setiap helai pakaian dengan sebaik-baiknya; yang dengan reputasi dan konten, sedikit demi sedikit mengumpulkan 200 juta penayangan; lalu di titik kritis saat pesanan nyaris di luar kendali, menggunakan tiga fitur BigSeller dengan tepat:

  • Sinkronisasi Stok: Real-time multi-platform, cegah oversell dan kehabisan stok.
  • Otomatisasi Pesanan: Membuat efisiensi mengimbangi pertumbuhan.
  • WMS Gudang: Membuat gudang tidak lagi menjadi "kotak hitam".

Kini, tagar #ecochic masih terus bertambah penayangannya, dan brand semakin menarik lebih banyak konsumen. Sementara bagi penanggung jawab operasional Đoan Trần dan timnya, pencapaian terbesar bukan angka GMV, melainkan:

"Berapa pun pesanan yang datang, kami siap menerimanya."

Budiman
Seorang SEO Specialist dengan pengalaman lebih dari 4 tahun. Budiman ahli dalam memadukan strategi teknis dan kreativitas menjadi solusi digital yang berdampak langsung pada peningkatan visibilitas brand.