Blog > Manajemen Bisnis > 5+ Dampak Overselling dan Strategi Pencegahannya untuk Bisnis!

5+ Dampak Overselling dan Strategi Pencegahannya untuk Bisnis!

Via 13 Feb 2026 01:51Copy link & title

Pernah mengalami overselling atau penjualan berlebih dalam bisnis? Sekilas, kondisi ini terlihat menguntungkan karena produk tampak laris dan permintaan tinggi. Namun, sebenarnya overselling bisa menjadi bumerang bagi operasional bisnis. Ketika pesanan masuk lebih banyak dari stok yang tersedia, bisnis akan menghadapi berbagai masalah, mulai dari komplain pelanggan hingga kerugian finansial. Karena itu, overselling adalah hal yang sebaiknya dihindari oleh pemilik usaha. Simak beberapa dampak overselling dan strategi pencegahannya untuk bisnis!

Pengertian Overselling dalam Bisnis

Dampak Overselling dan Strategi Pencegahannya

Source: Freepik

Overselling adalah kondisi ketika jumlah penjualan yang tercatat melebihi stok produk yang sebenarnya dimiliki. Artinya, bisnis menerima pesanan untuk barang yang secara fisik sudah tidak tersedia di gudang. Situasi ini sering terjadi pada bisnis yang memiliki banyak kanal penjualan, seperti marketplace, website, dan toko offline, tetapi belum memiliki sistem pencatatan stok yang terintegrasi dengan baik.

Penyebab Terjadinya Overselling dalam Bisnis

Overselling bisa terjadi karena berbagai faktor operasional. Misalnya, sinkronisasi stok antar channel penjualan tidak berjalan real-time, bisnis masih mencatat stok secara manual, atau jarang melakukan stock opname. Lonjakan pesanan di momen tertentu, seperti promo besar atau campaign marketplace, hingga pesanan di luar sistem marketplace juga bisa memicu overselling jika tidak diantisipasi.

BACA JUGA: Pentingnya Analisis Data Penjualan untuk Perkembangan Bisnis

Dampak Overselling untuk Bisnis

Overselling bukan sekadar masalah teknis, tapi bisa memengaruhi kesehatan bisnis secara keseluruhan. Berikut beberapa dampak overselling untuk bisnis

1. Pendapatan menurun dan potensi kerugian finansial

Pesanan yang terpaksa dibatalkan membuat bisnis kehilangan omzet yang harusnya bisa diperoleh. Ditambah lagi, terkadang ada biaya tambahan untuk refund, kompensasi, atau diskon sebagai bentuk permintaan maaf.

2. Berdampak negatif untuk reputasi brand

Selain membuat pelanggan kecewa, ketika pesanan gagal dipenuhi brand akan dianggap kurang profesional. Efeknya bisa membuat reputasi brand menurun atau sentimen menjadi negatif.

3. Pelanggan beralih ke kompetitor

Saat pelanggan tidak bisa mendapat produk yang dibutuhkan, mereka tentu akan mencari alternatif di toko lain. Jika kompetitor bisa melayani lebih baik, pelanggan cenderung memilih untuk memesan kembali dari toko tersebut.

4. Menurunnya customer loyalty

Overselling merusak kepercayaan pelanggan. Hal ini bisa menyebabkan loyalitas pelanggan ikut menurun, yang awalnya loyal bisa merasa dirugikan karena pengalaman belanja yang mengecewakan, sehingga enggan berbelanja kembali.

5. Performa toko di marketplace berpotensi turun

Tingginya pembatalan pesanan bisa ikut memicu sanksi atau penurunan performa toko, bahkan berisiko terkena sanksi dari marketplace seperti penurunan peringkat atau pembatasan fitur.

6. Beban kerja bertambah karena refund dan komplain

Tim harus mengalokasikan lebih banyak waktu dan tenaga untuk menangani keluhan serta memproses pengembalian dana.

BACA JUGA: Jualan Produk Lokal di Banyak Marketplace? Ini Tips Mengelolanya

Strategi Mencegah Overselling dalam Bisnis

Mengingat dampak negatif overselling, pemilik bisnis wajib memahami cara mencegahnya sejak awal. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah overselling

1. Lakukan stock opname secara berkala

Cek fisik stok di gudang secara rutin agar data di sistem selalu sesuai dengan kondisi nyata.

2. Tingkatkan kemampuan forecasting bisnis

Dengan analisis data penjualan sebelumnya, kamu bisa memperkirakan permintaan di periode tertentu dan menyiapkan stok yang lebih akurat.

3. Gunakan tenaga ahli di bidang inventory

Jika skala bisnis sudah besar, merekrut Inventory Management Specialist bisa membantu pengelolaan stok lebih profesional dan minim kesalahan.

4. Integrasikan persediaan ke semua channel penjualan

ERP Omnichannel Terbaik di Indonesia
Source: Freepik

Pastikan stok di marketplace, website, dan toko offline terhubung dalam satu sistem terpusat.

5. Terapkan sistem pre-order untuk produk tertentu

Untuk produk dengan permintaan tinggi atau produksi terbatas, pre-order membantu menghindari penjualan melebihi kapasitas stok.

6. Prioritaskan penjualan stok lama

Gunakan prinsip FIFO (First in, First Out) agar stok lama tidak menumpuk dan data tetap relevan.

7. Tetapkan re-order point

Tentukan batas minimal stok agar kamu tahu kapan harus melakukan restock sebelum benar-benar habis.

Maksimalkan Upaya Pencegahan Overselling dengan Sistem Omnichannel

Sistem yang mampu menyinkronkan stok di semua channel penjualan akan mengurangi risiko stok ganda atau tidak ter-update. BigSeller hadir dengan berbagai fitur untuk membantu para seller mengelola bisnis secara lebih terintegrasi dan efisien. Salah satu fitur utamanya adalah pengelolaan stok terpusat yang memungkinkan seller mencegah penjualan berlebih.

Dengan Fitur Inventory BigSeller, stok bisa disinkronkan secara otomatis ke seluruh channel penjualan secara, sehingga selalu stay-in-sync dan risiko overselling bisa ditekan secara signifikan.

Fitur Inventory Pengelolaan Stok dan Gudang BigSeller

[Contoh Fitur Inventory Sistem Omnichannel]

Tidak hanya itu, BigSeller juga dapat mendukung pengelolaan gudang yang lebih terstruktur sehingga pencatatan barang masuk dan keluar menjadi lebih rapi. Kesalahan input data dan risiko kehabisan stok juga bisa diminimalkan. Serta dapat mengintegrasikan laporan penjualan dari setiap channel secara akurat.

BACA JUGA: Pentingnya Analisis Data Penjualan untuk Perkembangan Bisnis

Overselling dapat berdampak buruk bagi bisnis, mulai dari kerugian finansial, berdampak buruk untuk reputasi brand, hingga hilangnya kepercayaan pelanggan. Karena itu, pemilik bisnis perlu mencegah terjadinya overselling. Dengan strategi pengelolaan stok yang tepat, bisnis bisa berjalan lebih efisien tanpa khawatir kekurangan stok atau mengecewakan pelanggan.

Mau dapatkan informasi menarik lainnya? Kunjungi website BigSeller Indonesia dan dapatkan informasi menarik seputar strategi, tips hingga cara berbisnis online. Di sini, Anda juga dapat melihat apa saja fitur menarik dari BigSeller mulai dari mengelola pesanan otomatis, scrape product hingga fitur lainnya yang dapat menguntungkan para seller setiap harinya! Jadi, tunggu apalagi? Pakai BigSeller dan registrasi sekarang untuk raih kesempatan untuk mendapatkan VIP selama 7 hari!

FAQ

1. Kenapa overselling sering terjadi di bisnis online?

Karena banyak seller berjualan di banyak channel sekaligus, seperti melalui marketplace, website, chat, hingga toko offline. Tanpa sistem pengelolaan terintegrasi, data stok sering tidak sinkron.

2. Bagaimana cara paling efektif mencegah overselling dalam bisnis?

Dengan menggunakan sistem manajemen stok terintegrasi (omnichannel), melakukan stok opname rutin, dan memantau data penjualan secara real-time.

3. Bagaimana BigSeller membantu mencegah overselling?

BigSeller menyinkronkan stok di semua channel penjualan secara otomatis, mengelola gudang dengan lebih rapi, dan menyediakan laporan penjualan yang akurat agar stok selalu sesuai dengan kondisi nyata persediaan.

Via
Search Engine Optimization (SEO) Writer dengan pengalaman penulisan lebih dari 3 tahun. Via terbiasa mengubah ide menjadi konten untuk membantu UMKM hingga brand meningkatkan visibilitas digital melalui konten yang relevan, mudah dibaca, dan tepat sasaran agar performa penjualan online makin optimal.