Cara Mencegah Kerugian Selisih Ongkir Marketplace dengan BigSeller: Panduan Lengkap
Budiman08 Okt 2026 07:10Copy link & title
Bagi para penjual (seller) di marketplace, mendapatkan notifikasi pesanan masuk tentu menjadi hal yang paling dinantikan. Namun, di balik kebahagiaan saat pesanan membludak, ada satu "hantu" yang kerap mengintai dan diam-diam menggerus margin keuntungan bisnis Anda: selisih ongkos kirim (ongkir).
Pernahkah Anda merasa sudah menjual ratusan produk dengan perhitungan untung yang matang, tetapi saat pencairan dana (withdraw) jumlahnya tidak sesuai ekspektasi? Jika ya, kemungkinan besar Anda sedang mengalami kebocoran dana akibat selisih ongkir. Masalah ini terjadi ketika ongkos kirim aktual yang ditagihkan oleh pihak ekspedisi atau logistik lebih mahal dibandingkan dengan ongkos kirim yang dibayarkan oleh pembeli di sistem marketplace.

Penyebabnya bisa bermacam-macam. Mulai dari kesalahan seller dalam memasukkan dimensi dan berat produk (berat aktual vs berat volumetrik), kesalahan penimbangan oleh pihak kurir, hingga adanya ketidaksinkronan data antara sistem marketplace dan pihak logistik. Jika dibiarkan, nominal selisih yang mungkin hanya ribuan rupiah per pesanan ini bisa menumpuk menjadi jutaan rupiah tiap bulannya. Inilah yang sering disebut oleh para seller sebagai fenomena "boncos ongkir".
Untuk mengatasi masalah pelik ini, memantau resi dan tagihan satu per satu di Seller Center tentu sangat menyita waktu dan tidak efisien, terutama jika Anda memproses ratusan pesanan setiap hari. Beruntung, sistem omnichannel seperti BigSeller menghadirkan solusi praktis melalui fitur Periksa Ongkos Kirim (Kelola Ongkos Kirim). Artikel ini akan membahas secara tuntas bagaimana Anda dapat memanfaatkan BigSeller untuk melacak, mengelola, dan mencegah kerugian akibat selisih ongkir.
Mengenal Fitur "Periksa Ongkos Kirim" di BigSeller
Fitur Periksa Ongkos Kirim di BigSeller dirancang khusus sebagai alat audit otomatis bagi para penjual. Fungsi utamanya adalah untuk menarik dan menampilkan rincian ongkos kirim yang sebenarnya dari setiap pesanan yang telah berstatus Selesai. Saat ini, fitur mutakhir ini telah mendukung integrasi dengan tiga marketplace raksasa di Indonesia, yaitu Shopee, Lazada, dan TikTok Shop.
Ada beberapa catatan penting dari sistem BigSeller yang perlu Anda pahami saat menggunakan fitur ini:
-
Fokus pada Pesanan Selesai: BigSeller hanya akan menghitung data ongkos kirim dari pesanan yang transaksinya sudah berstatus selesai. Hal ini karena biaya pengiriman final baru diterbitkan oleh pihak marketplace ketika paket sudah diterima oleh pembeli dan dana diteruskan ke penjual.
-
Fleksibilitas Perubahan Data: Jika pada pesanan yang sudah selesai tiba-tiba terjadi pengembalian dana (refund) atau pengembalian produk (retur), sistem BigSeller secara cerdas dapat menyesuaikan dan ada kemungkinan data ongkos kirim akan ikut berubah mengikuti kebijakan terbaru dari marketplace.
-
Mendukung Pemisahan Paket (Split Order): Beberapa pesanan berukuran besar seringkali harus dipisah menjadi beberapa paket. Karena marketplace mengembalikan ongkir berdasarkan ID Pesanan, BigSeller akan secara otomatis menjumlahkan ongkir dari setiap paket yang dipisah dan menampilkannya sebagai total ongkos kirim pesanan.
Memahami Indikator dan Rumus Selisih Ongkir
Untuk memudahkan analisis Anda, BigSeller menyederhanakan data ongkos kirim yang kompleks menjadi tampilan visual dan rumus yang transparan. Rumus dasar yang digunakan sistem untuk menghitung selisih adalah:
Selisih Ongkos Kirim = Ongkos Kirim Dibayar Oleh Pembeli + Ongkos Kirim Dibayar Oleh Penjual
Dari hasil perhitungan tersebut, BigSeller memberikan indikator warna pada angka selisih ongkir agar Anda bisa melakukan pengecekan dalam hitungan detik:
-
Warna Hijau (Untung): Menunjukkan Selisih Ongkos Kirim > 0. Ini berarti ada kelebihan ongkos kirim dan Anda tidak mengalami kerugian.
-
Warna Merah (Rugi): Menunjukkan Selisih Ongkos Kirim < 0. Ini adalah "lampu merah" peringatan bahwa Anda harus nombok biaya pengiriman. Pesanan inilah yang harus segera Anda tindak lanjuti.
-
Warna Hitam (Normal): Menunjukkan Selisih Ongkos Kirim = 0. Artinya tagihan ongkir seimbang dan sesuai dengan yang dibayarkan pembeli.
Selain selisih angka utama, BigSeller juga menampilkan rincian metrik pendukung sesuai dengan kebijakan masing-masing marketplace:
-
Shopee: Menampilkan detail "Ongkos Kirim Dibayar Oleh Penjual" yang ditambah dengan "Pengembalian Ongkos Kirim". Anda juga bisa melihat data diskon ongkir penjual.
-
Lazada: Secara transparan akan menampilkan "Biaya Tambahan Berat Berlebih" jika berat aktual paket Anda melebihi yang tertera di sistem.
-
TikTok Shop: Menampilkan "Ongkos Kirim yang Dibayar" dikurangi "Subsidi Ongkos Kirim Marketplace" dan "Jumlah Penyesuaian Pengiriman".
Langkah-Langkah Mengatasi dan Mencegah Kerugian Ongkir di BigSeller
Setelah Anda memahami cara membaca data, langkah selanjutnya adalah melakukan eksekusi. Berikut adalah alur kerja operasional yang bisa Anda terapkan menggunakan BigSeller untuk menyelamatkan margin keuntungan Anda:

Langkah 1: Menyaring (Filter) Pesanan Rugi dengan Cepat
Buka menu Periksa Ongkos Kirim di BigSeller. Anda tidak perlu mencari satu per satu. Gunakan filter Status Ongkos Kirim dan pilih opsi "Rugi (Ongkos Kirim < 0)". Sistem akan secara otomatis mengumpulkan seluruh pesanan yang membuat Anda nombok ongkir. Anda juga bisa menyaring berdasarkan "Jenis Paket", baik itu Produk Tunggal 1 Jenis, Banyak Produk 1 Jenis, atau Produk Campuran, guna mengidentifikasi tipe pesanan apa yang paling sering bermasalah pada dimensi dan beratnya.

Langkah 2: Ekspor Data Pesanan Rugi
Setelah pesanan rugi terkumpul, Anda harus mengklaim kerugian tersebut ke pihak marketplace, mengingat kesalahan seringkali terjadi di pihak penimbangan logistik. Syarat utama untuk mengajukan banding (claim) adalah memiliki bukti berupa rekapan nomor pesanan dan resi. Melalui BigSeller, Anda bisa mengekspor daftar pesanan rugi ini menjadi file spreadsheet (Excel/CSV) hanya dengan satu klik. Data yang diekspor sudah sangat rapi dan siap untuk diedit lebih lanjut.
Langkah 3: Proses Banding (Claim) ke Marketplace
Bawa file formulir hasil ekspor tersebut untuk menghubungi Customer Service (CS) dari masing-masing marketplace (misalnya CS Shopee, tim Support Lazada, atau tim TikTok). Lampirkan file tersebut beserta bukti pendukung tambahan jika ada (seperti foto penimbangan paket di gudang Anda). Dengan data yang komprehensif, proses banding Anda akan terlihat jauh lebih profesional dan memperbesar peluang dana ongkir Anda dikembalikan.
Langkah 4: Tandai Pesanan (Telah Diproses Rugi)
Agar tim admin toko Anda tidak bekerja dua kali dalam memproses data yang sama, pesanan yang sudah diajukan banding wajib ditandai. BigSeller menyediakan status "Rugi & Telah Diproses". Ada tiga cara untuk melakukan penandaan ini:
-
Impor File Formulir: Jika Anda selesai mengajukan banding dan ingin menandai semuanya sekaligus, Anda bisa mengimpor kembali file banding ke dalam BigSeller.
-
Penandaan Massal Manual: Centang beberapa nomor pesanan yang sudah Anda ketahui di halaman Periksa Ongkos Kirim, lalu pilih opsi tandai secara massal.
-
Tandai Individual: Klik opsi tandai secara manual satu per satu pada pesanan tertentu. Catatan: Setelah status diubah menjadi "Rugi & Telah Diproses", data ongkos kirim pesanan tersebut akan dikunci sehingga tidak akan berubah lagi, memudahkan pelaporan pembukuan Anda.
Tips Tambahan Memaksimalkan Fitur BigSeller
Untuk manajemen toko yang lebih advance, Anda dapat memaksimalkan fitur tambahan berikut di halaman Ongkos Kirim:
-
Manfaatkan Fitur Catatan (Notes): Terkadang, ada pesanan rugi yang sedang diinvestigasi atau membutuhkan pantauan khusus. Gunakan fitur "Catatan" untuk memberikan pesan kecil bagi admin lainnya. Anda kemudian dapat memfilter pesanan berdasarkan "Ada Catatan" atau "Tidak Ada Catatan".
-
Pemantauan Multi-toko Melalui Grup Toko: Jika Anda adalah seller besar yang mengelola banyak cabang toko di Shopee, Lazada, maupun TikTok, memantau kerugian ongkir per toko tentu melelahkan. Gunakan tombol Beralih Toko & Grup Toko di BigSeller. Anda bisa melihat rekapitulasi data ongkos kirim dari gabungan beberapa toko secara bersamaan dalam satu dashboard.
Kesimpulan
Selisih ongkos kirim adalah risiko nyata yang bisa membunuh bisnis online secara perlahan jika tidak diawasi. Selalu waspada terhadap perbedaan perhitungan antara berat produk yang Anda input dan hasil ukur ekspedisi. Untungnya, kemajuan teknologi sistem manajemen pesanan seperti BigSeller telah menutup celah masalah tersebut.
Dengan memanfaatkan fitur Periksa Ongkos Kirim di BigSeller, Anda tidak hanya dapat mencegah kebocoran dana (cash flow), tetapi juga menghemat puluhan jam waktu kerja operasional Anda setiap bulannya. Data yang disajikan secara transparan, fitur ekspor otomatis untuk kemudahan banding, hingga manajemen status proses klaim, membuat seller bisa lebih fokus pada strategi peningkatan penjualan tanpa takut lagi "dihantui" oleh boncos ongkir. Segera manfaatkan dan maksimalkan fitur ini, dan pastikan keuntungan bisnis Anda tetap utuh!

