Pentingnya Analisis Data Penjualan untuk Perkembangan Bisnis
Via 11 Feb 2026 06:13Copy link & title
Di tengah ketatnya persaingan bisnis, pengambilan keputusan yang tepat perlu didukung oleh data yang akurat. Salah satu aset terpenting yang selalu ada pada bisnis, tetapi terkadang belum dimanfaatkan dengan optimal adalah data penjualan. Analisis data penjualan yang tepat dapat membantu Anda memahami kondisi bisnis secara lebih menyeluruh dan mudah untuk menentukan langkah strategis untuk perkembangan bisnis ke depannya. Simak artikel berikut untuk mengetahui pentingnya analisis data penjualan untuk perkembangan bisnis.

Apa Itu Data Penjualan?
Data penjualan adalah kumpulan informasi yang mencatat seluruh aktivitas transaksi dalam bisnis. Mulai dari jumlah produk terjual, harga, waktu transaksi, hingga data pelanggan. Data ini menjadi dasar untuk melihat performa produk, mengukur efektivitas strategi pemasaran, dan pola perilaku konsumen.
BACA JUGA: Cara Analisis dan Evaluasi Kinerja Keuangan Perusahaan
Mengapa Analisis Data Penjualan Penting untuk Bisnis?
Analisis data penjualan penting untuk membantu Anda memahami perkembangan bisnis. Dari sinilah berbagai peluang pengembangan bisnis bisa ditemukan. Dengan mengolah data penjualan secara tepat, Anda dapat mengubah angka menjadi insight yang bernilai untuk pertumbuhan bisnis. Berikut beberapa alasan mengapa analisis data penjualan penting untuk bisnis:
1. Mengidentifikasi peluang dan prospek bisnis
Data penjualan membantu bisnis mengetahui produk yang paling diminati, periode penjualan tertinggi, hingga tren yang sedang berkembang. Dari sini, Anda dapat menentukan peluang ekspansi produk atau pasar baru.
2. Memahami segmentasi pelanggan
Melalui data, Anda dapat mengelompokkan pelanggan berdasarkan usia, lokasi, frekuensi pembelian, hingga nilai transaksi. Segmentasi ini memudahkan Anda menyusun strategi pemasaran yang lebih personal dan relevan sesuai dengan segmentasi pelanggan.
3. Mengidentifikasi proses penjualan
Analisis data membantu mengidentifikasi kekurangan dalam alur penjualan, mialnya di tahap mana pelanggan sering membatalkan pesanan. Dengan begitu, Anda bisa memperbaiki proses dan meningkatkan konversi penjualan.
4. Mengukur KPI (Key Performance Indicator)
Data penjualan menjadi dasar untuk mengukur KPI seperti omzet, jumlah transaksi, rata-rata nilai pesanan, dan pertumbuhan pelanggan. KPI yang terpantau dengan baik membantu Anda mengevaluasi performa bisnis secara objektif.
5. Memproyeksikan sales forecast secara lebih akurat
Dengan riwayat data penjualan, Anda bisa memprediksi penjualan di masa depan. Forecast yang akurat dapat membantu dalam perencanaan stok, anggaran, dan target tim penjualan.
6. Membuat keputusan bisnis lebih baik
Dari data penjualan, Anda bisa mengetahui tingkat keuntungan bisnis dan diolah dalam bentuk tabel penjualan, grafik penjualan, dan laporan laba-rugi untuk mengetahui performa perusahaan. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah menyusun keputusan berbasis data, sehingga mengurangi risiko kesalahan strategi.
BACA JUGA: Strategi Bisnis: Pengertian, Contoh Efektif, hingga Manfaatnya
Cara Mengakses Data Penjualan
Untuk mengakses data penjualan, Anda bisa memanfaatkan:
-
Dashboard laporan di marketplace
-
Sistem POS atau ERP
-
Spreadsheet penjualan internal
-
Tools analitik bisnis
Pastikan data tercatat rapi dan diperbarui secara rutin agar analisis yang Anda lakukan tetap akurat. Salah satu contoh paling mudah adalah mengakses data langsung dari marketplace, seperti Shopee.
Cara Akses Data Penjualan Shopee
Shopee menyediakan fitur laporan yang bisa diakses melalui Seller Centre (desktop) maupun aplikasi Shopee (menu Toko Saya). Dari sini, Anda dapat memantau performa toko, pendapatan, hingga detail pesanan secara lengkap. Berikut panduan akses data penjualan Shopee secara lengkap:
| Akses | Langkah-Langkah |
| Shopee Seller Centre |
|
| Aplikasi Shopee |
|
| Shopee Affiliate |
Anda juga bisa menggunakan Data dari Shopee Affiliate untuk melihat produk terjual, caranya:
|
Anda juga dapat menggunakan fitur Download di Seller Centre Shopee untuk mengunduh laporan secara lebih rinci, seperti nama produk, tanggal, nomor pesanan, hingga rincian dana untuk bisa dianalisis lebih mendalam. Berikut contoh data laporan transaksi penjualan Shopee:

Source: Shopee Seller Centre
BACA JUGA: Wajib Tau! Ini Cara Menghitung Keuntungan Jualan dengan Akurat
Analisis data penjualan bukan sekadar aktivitas laporan, tetapi menjadi data yang krusial dalam mengembangkan bisnis dan pengambilan keputusan. Dengan memahami data secara menyeluruh, Anda dapat melihat peluang, risiko, memperbaiki strategi, hingga mendapatkan insight untuk pertumbuhan bisnis.
Selain Shopee, setiap marketplace biasanya memiliki data penjualannya masing-masing. Jika Anda memiliki toko di banyak marketplace, seperti Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, Lazada, hingga channel penjualan lainnya, Anda dapat mengintegrasikan data penjualan dalam satu sistem terpusat.
[Contoh Fitur Pengelolaan Data Laporan]
Mau dapatkan informasi menarik lainnya? Kunjungi website BigSeller Indonesia dan dapatkan informasi menarik seputar strategi, tips hingga cara berbisnis online. Di sini, Anda juga dapat melihat apa saja fitur menarik dari BigSeller mulai dari mengelola pesanan otomatis, scrape product hingga fitur lainnya yang dapat menguntungkan para seller setiap harinya! Jadi, tunggu apalagi? Pakai BigSeller dan registrasi sekarang untuk raih kesempatan untuk mendapatkan VIP selama 7 hari!
FAQ
1. Apa perbedaan data penjualan dan laporan penjualan?
Data penjualan adalah kumpulan angka mentah dari transaksi, sedangkan laporan penjualan adalah hasil olahan data yang sudah dirangkum dan dianalisis.
2. Tools apa yang bisa digunakan untuk analisis data penjualan?
Anda bisa menggunakan Excel, Google Sheets, dashboard penjualan marketplace, atau sistem ERP Omnichannel seperti BigSeller.
3. Seberapa sering data penjualan perlu dianalisis? Dan apakah terdapat risiko jika tidak menganalisis data penjualan?
Idealnya analisis dilakukan secara rutin. Harian untuk operasional, mingguan untuk evaluasi, dan bulanan untuk strategi. Jika tidak dianalisis, bisnis akan sulit melihat masalah, kehilangan peluang, dan berisiko mengambil keputusan yang tidak tepat.





